Aktivitas TI Ilegal Ancam Jalan Kabupaten

  • Whatsapp
Beginilah kondisi tambang ilegal yang beroperasi di lokasi yang tak jauh dari fasilitas umum jalan raya kabupaten di Desa Beruas Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bateng.(foto: tamimi).

Jarka Hanya 10 Meter dari Jalan

SIMPANG KATIS – Aktivitas penambangan timah di Desa Beruas, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) saat ini mengancam ruas jalan kabupaten yang menghubung antar desa dan kecamatan di wilayah tersebut.
“Kegiatan penambangan yang dilakukan masyarakat saat ini mengancam badan jalan lantaran jaraknya diperkirakan hanya 10 meter dari ruas jalan utama. Mereka menambang di kiri dan kanan jalan,” ujar Soleh, salah satu warga yang melintas di ruas jalan tersebut, kemarin.
Dikatakannya, aktivitas penambangan yang dilakukan masyarakat ini benar-benar sporadis dan terang-terangan karena setiap masyarakat yang melintas sudah pasti melihat aktivitas mereka. Parahnya jalan umum yang seharusnya dilarang malah tidak menjadi beban bagi penambang.
“Sampai sekarang belum ada upaya penertiban dari aparat berwenang dan para penambang seolah tanpa rasa khawatir dan takut melakukan kegiatan penambangan kendati itu diduga aktivitas ilegal,” ungkapnya.
Sementara itu, Awan pengguna jalan lainnya yang melintas di kawasan tersebut menambahkan bila aktivitas penambangan tidak dihentikan diyakini kuat akan berisika besar bagi ruas jalan Desa Beruas yang terancam rusak bahkan terancam putus.
“Jika kiri dan kanan jalan terus ditambang, maka tanah tebing di median jalan akan tergerus otomatis risikonya ruas jalan ambrol,” tuturnya.
Diketahui saat ini katanya, jika musim hujan, ruas jalan di lokasi penambangan terancam terendam banjir karena lubang bekas tambang tidak mampu menampung debit air, sehingga pada akhirnya meluap hingga merendam badan jalan.
“Ini mesti menjadi perhatian para penambang dan aparat berwenang harus menindaknya karena dapat merusak fasilitas publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalan Desa Beruas adalah satu-satunya penghubung jalan kabupaten antar desa dan kecamatan.
“Malah ruas jalan ini sebagai alternatif yang banyak digunakan masyarakat untuk menuju Kota Pangkalpinang dan Kecamatan Sungaiselan,” tuturnya. (ran/3).

Related posts