Aktivis Sesalkan Tuntutan dan Vonis Ringan Pengusaha Timah

  • Whatsapp
Ratno Budi

SUNGAILIAT – Aktivis lingkungan yang juga mantan Direktur Eksekutif Walhi Bangka Belitung, Ratno Budi atau kerap disapa Udai menyayangkan tuntutan JPU dan vonis ringan majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat terhadap pengusaha timah, Siauw Sui Thin alias Asui selaku Direktur PT Panca Mega Persada (PMP).

Ia menilai, seharusnya hakim memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana. Terlebih lagi menyangkut masalah pertambangan timah, mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan dari akibat aktivitas pertambangan sangat buruk dan menyangkut keselamatan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.

“Jangan hanya mau untung besar tapi mengenyampingkan semua aspek sosial dan ekologi. Kami prihatin dengan vonis ringan kepada terdakwa Asui. Karena kalau dilihat dari tuntutan jaksa jelas jauh sekali dari harapan publik, apalagi terdakwa terbukti melakukan pelanggaran pidana UU Minerba No 4 tahun  2009. Dari kasus ini publik sangat menantikan keadilan hukum yang tidak tebang pilih. Namun jika dilihat dari hasil putusan yang memjatuhkan vonis selama 2 bulan dan denda Rp100 juta kami menilai ini sudah tidak wajar, sangat mengecewakan kita sebagai masyarakat Babel,” tandasnya.

Fakta lainnya, Udai mengatakan masyarakat kecil yang noatabene sebagai pelaku tambang rakyat justru dihadapkan dengan banyak masalah hukum dan selalu saja dijatuhi hukuman tahunan penjara ketika di meja persidangan.

Semestinya, lanjut dia, pabrik peleburan timah dan eksportir yang menerima mineral bukan dari pemilik IUP bukan dianggap perkara sepele oleh penegak hukum. Sehingga untuk menimbulkan efek jera, pelaku harus dijatuhkan hukuman yang berat.

“Dengan demikian akan menjadi catatan tersendiri bagi pemain timah yang memiliki pabrik peleburan pasir timah atau smelter lainnya,” pungkas Udai.

Untuk diketahui terdakwa Asui dijerat pidana Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Namun meski dinyatakan terbukti bersalah menampung mengolah dan memanfaatkan timah ilegal, terdakwa Asui hanya dituntut JPU tiga bulan penjara, kemudian divonis majelis hakim 2 bulan dengan denda Rp100 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Dugaan suap menyeruak dalam tuntutan dan vonis ringan pengusaha timah ini. Terlebih puluhan ton timah batangan dan barang bukti lainnya diputuskan untuk dikembalikan kepada terdakwa selaku direktur PMP. Tapi hakim PN Sungailiat memilih diam ketika dikonfirmasi terkait isu suap tersebut. (2nd/1)

Related posts