Aktivis Dukung Belanja Barang dan Jasa Ditunda

  • Whatsapp

TANJUNGPANDAN – Perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cenderung meningkat setiap harinya, Berdasarkan dari data yang diperoleh oleh Gugus Tugas Covid-19 Bangka Belitung, per 3 April 2020, orang dalam pemantauan (ODP) di Babel berjumlah 655 orang

Read More

Perkumpulan aktivis Kabupaten Belitung yang menamakan kelompok mereka Anjelo Brodher Club menyambut baik saran DPRD Kabupaten Belitung meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk menghentikan kegiatan belanja barang dan jasa untuk sementara.

Hal ini mengingat kebijakan pemerintah daerah yang melarang sejumlah tempat usaha buka lebih dari pukul 20:00 WIB untuk memutus penyebaran wabah virus corona atau Covid 19 yang sedang melanda dunia.

“Tanjungpendam sudah ditutup, Gedung Nasional (Genas) juga kegiatannya sudah tidak ada, belum lagi dengan beberapa hotel yang telah merumahkan karyawannya, lalu bagaimana dengan nasib orang yang bergantung pada tempat diatas yang disebutkan tadi? jangan sampai kita waspada corona tetapi tidak waspada dengan bencana kelaparan dan kriminalitas yang akan timbul akibat hal ini,” kata juru bicara Anjeli Brother, Reja Novian kepada Rakyat Pos, Jum’at (3/04/2020).

Daya beli masyarakat saat ini sangat rendah, karena memang wabah covid 19 sangat berpengaruh ke dampak ekonomi, langkah DPRD Kabupaten Belitung yang meminta pemda untuk menghentikan sementara waktu belanja barang dan jasa perlu didukung dan diapresiasi.

“Nantinya dari penghentian belanja barang dan jasa tersebut, bisa memberikan bantuan kepada masyarakat menengah dan menengah kebawah non aparatur sipil negara. Bisa dalam bentuk bantuan langsung tunai atau pembagian sembako per kepala keluarga,” ujarnya.

“kita dukung langkah DPRD kabupaten Belitung untk menghentikan belanja barang dan jasa dan mempersiapkan ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Belitung, untuk teknisnya kita percaya kepada Pemerintah Kabupaten Belitung dan tetap dalam pengawasan DPRD kabupaten Belitung,berdasarkan peraturan Pemerintah (PP) No 21 Tahun 2020, PP pengganti UU tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Surat Kementerian Keuangan RI mengenai penghentian kegiatan barang dan jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Tahun 2020,” lanjutnya.

Disamping menurut Reja Novian, memerangi covid 19, pemrintah juga harus mengantisipasi krisis ekonomi berkepanjangan dampak dari wabah ini. Jangan sampai tingkat kemiskinan dan kriminalitas tidak bisa teratasi.

“Dengan begitu nantinya diharapkan tidak akan ada masyarakat yang mati kelaparan, tidak ada lonjakan angka kriminalitas dan yang jelas tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak mengikuti intruksi pemerintah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Sri Gusjaya setelah Rapat Penananganan Covid-19 yang turut dihadiri oleh Pimpinan DPRD, Wakil Gubernur, Kapolda, Sekda beserta Dinas terkait.

“Kita ingin mempersiapkan bantuan kepada masyarakat tidak mampu maupun masyarakat yang terdampak virus corona di Bangka Belitung, akan tetapi saya berharap jangan di bebankan kepada Pemerintah Provinsi saja, agar Kabupaten/Kota agar dapat menganggarkan juga,” ujar Didit, Jumat (3/4/2020).

Oleh karena itu Rapat tadi memutuskan Senin (6/4/2020), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melaksanakan Rapat dengan Bupati/Walikota serta DPRD se-Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait hal ini.

“Nantinya setelah diputuskan kebutuhan anggaran, DPRD Babel saat pembahasan akan menggeser anggaran yang tidak terlalu urgent untuk dialokasikan untuk dana penanganan Covid-19,” jelasnya.

Terkait kebutuhan lainnya, Pemerintah Provinsi berencana Membeli Tes Konfirmasi Laboratorium sebesar 1,8 M untuk mengecek status Covid-19 seseorang, dimana hingga saat ini, hasil tes diserahkan kepada Laboratorium di Jakarta maupun Palembang.

Beliau pun berterima kasih kepada Pihak Polda dan TNI yang akan membackup Dinas Perhubungan dalam pengawasan pintu masuk di Pelabuhan kecil yang tidak tercover, selain itu seluruh Rumah Sakit di Babel menjadi rujukan penanganan Covid-19, hal ini membuktikan seluruh jajaran di Bangka Belitung serius menangani Covid-19 di Bangka Belitung.

“Alhamdulillah anggaran terkait penanganan Covid-19 yang dianggarkan DPRD Babel sudah mulai di belanjakan dan didistribusikan kepada Rumah Sakit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga Ruang isolasi positif dan negatif sudah mulai dibangun,”

Sementara itu, Amri cahyadi mengapresiasi tenaga kesehatan dan segalah pihak yang telah berjuang menangani Covid-19 di Bangka Belitung, selain itu Beliau menyoroti kurangnya koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait penanganan virus corona di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Karena setiap daerah telah menganggarkan, harus segera di laksanakan Rapat Koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19, agar tidak terjadi tumpang tindih dan efektif itas pada penggunaan anggaran,” tegasnya.

Wakil Gubernur Abdul Fatah menyampaikan bahwa pihaknya telah mendata masyarakat tersebut “By Name By Address” terkait bantuan subsidi bagi paramedis , petugas keamanan yang selama ini sangat membantu penanganan Covid-19 di Bangka Belitung dan bagi masyarakat kurang mampu serta para pekerja yang dirumahkan dampak dari Covid-19 ini.

“Bantuan dari pemerintah pusat maupun pemda akan disiapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga tidak terjadi tumpang tindih anggaran.” Jelasnya.

Abdul Fatah juga menginformasikan bahwa kebijakan pembatasan penerbangan penumpang menuju Bangka Belitung akan di perpanjang hingga 21 April 2020. (dod/ron/6)

JustForex

Related posts