Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Akin, Bos Sawit di Hutan Produksi Cuma Dihukum 6 Bulan

RAKYATPOS.COM, MENTOK - Pengusaha besar di Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menjarah kawasan Hutan Produksi Tetap di Dusun Jampan Desa Kelabat dengan puluhan hektar perkebunan kelapa sawitnya sejak tahun 2007 silam, kini bisa bernafas lega.

Pasalnya, pengusaha bernama Husen alias Akin, anak dari Tjong Jat Sun itu tadi pagi Jumat (13/11/2020) telah divonis ringan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Mentok. Meski telah terbukti menduduki hutan dengan perkebunan kelapa sawitnya belasan tahun, Akin hanya dihukum 6 bulan penjara.

Putusan majelis hakim yang diketuai Golom Silitonga dengan anggota Sapperijanto dan Listyo Arif Budiman itu lebih ringan dua bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arga Febrianto serta M Syaran Jafizhan pada sidang Selasa (10/11/2020).

Dalam perkara nomor 120/Pid.B/LH/2020/PN Mtk ini, Akin lepas dari dakwaan pertama yang mengatur tentang orang dengan sengaja melakukan kegiatan perkebunan tanpa ijin Menteri di dalam kawasan hutan sebagaimana dimaksud Pasal 17 ayat (2) huruf b jo Pasal 92 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

JPU dan majelis hakim sepakat menilai terdakwa pengusaha berusia 70 tahun ini hanya terbukti melanggar Pasal 78 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan karena mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah.

Padahal, sudah sejak 2007 Akin bersama keluarganya merusak kawasan hutan dengan alat berat, lalu menanam kelapa sawit dan merasakan hasil panennya hingga Mei 2020. Namun keringanan untuk pengusaha ini telah diberikan sejak penyidikan yang penahanannya ditangguhkan dengan dalih Covid-19, sampai pada hukuman hanya 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan, JPU menyatakan penjarahan hutan itu dilakukan terdakwa dengan dasar SPPAHT yang diterbitkan Camat Jebus tahun 2001-2005 seluas 24 hektar lebih. Lahan seluas itu ditanami sawit sebanyak 3000 sampai 4000 batang dan mulai panen tahun 2010.

Pada tahun 2015  Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka Barat pernah mengirimkan Surat Panggilan kepada Terdakwa untuk datang ke kantor dan diberikan sosialisasi namun tak digubris.

Demikian juga di 2017 pihak dinas pernah mendatangi lokasi perkebunan dan memasang plang kawasan hutan namun setahun kemudian plang tersebut raib. Baru di bulan Mei 2020 pihak Polda Babel bertindak setelah cek titik koordinat bersama BPKH Pangkalpinang sehingga kasus ini diusut.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa Husen alias Akin anak dari Tjong Jat Sun telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja mengerjakan kawasan hutan secara tidak sah” sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan pidana denda sejumlah Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan,” kata Hakim Ketua, Golom saat membacakan putusan.

Hakim juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; dan Terdakwa tetap ditahan. Sedangkan perkebunan kelapa sawit yang berada di Dusun Jampan Desa Kelabat seluas kurang lebih 24,085 (dua puluh empat koma nol delapan lima) Hektar dengan keadaan fisik dilapangan masih terdapat pohon kelapa sawit dirampas untuk negara. Dan terhadap putusan ini baik JPU maupun Akin menyatakan menerima. (ahy/1)

Diatas Footer
Light Dark