Air Kolam BBI Tercemar Limbah Tambang

  • Whatsapp
Kolam Tercemar- Kondisi air kolam pembenihan ikan di Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan (Basel) tampak tercemar. Tercemarnya kolam diakibatkan limbah dari aktivitas tambang timah. (foto: Dedy Irawan)

Banyak Benih dan Ikan Mati
Satpol PP Datang cuma Menghimbau

TOBOALI – Sejak sebulan terakhir Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertaninan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan sudah tidak memproduksi benih ikan. Pasalnya, sumber air kolam BBI, Kulong Rengeng telah tercemar limbah tambang inkonvensional pasir timah ilegal.

Air Kolong yang sebelumnya cukup bening, kini berubah warna coklat. Bahkan kian mengental akibat tiga unit ponton tambang yang membuang limbahnya ke dalam kolong.
Kasubid BBI, Rama ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Satpol PP Kabupaten Bangka Selatan pada Selasa lalu dan telah ditindaklanjuti Kamis (9/10/2019).

Satpol PP hanya memberikan peringatan agar tambang tambang tersebut segera diangkat sebelum dilakukan penertiban pada pekan depan.

“Kolong Rengeng ini biasanya bukan hanya digunakan sebagai sumber air BBI saja, tetapi juga sumber air masyarakat pada saat musim kering. Warga Parit 8 mandi di sini. Dengan kondisi sekarang, jangan kan mandi, ikan pun bisa mati akibat air seperti ini,” kata Rama, Minggu (13/10/2019).

Meski kondisi air sangat kotor dan berlumput, BBI menurut Rama tetap menyedot air Kolong Rengen dengan disaring beberapa kali dan itupun masih terlihat berwarna coklat. Namun tidak berani melakukan pemijahan benih.

“Kita terpaksa mengambil air ini, tetapi disaring, dan ini pun kita tidak melakukan pemijahan, induk gurami yang bertelur hingga pembenihan, sementara tidak kita lakukan, karena benih pun banyak yang mati. Sementara ini hanya indukan saja,” terang Rama.

Dalam pantauan wartawan harian ini di Kolong Rengen, tak jauh dari pagar BBI memang terdapat 1 unit selang air tambang. Hanya saja saat itu tambang tersebut tidak membuang limbah atau tailingnya ke dalam kolong. Di sana juga ada beberapa warga yang melimbang pasir timah.

Namun menurut Rama, aktivitas melimbang timah tidak membuat air kolong coklat. Tapi aktivitas tambang yang membuang limbahnya ke kolong jaraknya sekitar 300an meter dari BBI.

Sebelumnya, aktivitas tambang di lokasi ini pernah ditertibkan tim gabungan Satpol PP Provinsi Babel dan Satpol PP Basel. Namun belakangan marak lagi dan membuat babyak benih dan ikan ikan mati. (raw/1)

Related posts