Aiptu Lazim Mendekam di Rutan Polda

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Aiptu Muhammad Lazim alias Aiptu LZ, tersangka dalam perkara dugaan penyelundupan sebanyak 2.508 Kilogram (Kg) timah balok, hingga kini masih mendekam di sel Rutan Mapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Demikian diutarakan oleh Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel, Kompol Siswantoro ditemui Rakyat Pos di gedung Ditreskrimsus, Selasa (5/3/2019).
“Iya, masih ditahan. Silahkan kalau mau lihat ke sel sana,” ungkapnya.
Penyidik Subdit IV, diakuinya, telah melengkapi segala kekurangan berkas perkara yang diminta oleh jaksa. Saat ini, kelengkapan tersebut telah dikembalikan lagi ke jaksa penuntut umum (JPU).
“Kemarin, memang masih P19 dan baru-baru ini sudah kita lengkapi ke kejaksaan. Secepatnya akan kita lakukan tahap 2, melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke kejaksaan,” jelasnya.
Siawantoro berjanji akan memberitahukan kepada awak media jika kasus tersebut, nanti akan dilimpahkan ke kejaksaan.
“Nanti, kalau sudah P21 akan kami kasih tahu ya,” tukasnya.
Dilansir, proses penyidikan dugaan penyelundupan sebanyak 2.508 Kilogram (Kg) timah balok milik Aiptu Muhammad Lazim alias Aiptu LZ, hingga kini masih belum tuntas. Pasalnya, berkas 207 buah balok timah dengan rincian 157 batang dengan berat mulai dari belasan hingga 20 kilogram lebih dan 50 balok berupa lempengan setengah bola tersebut, masih ada kekurangan yang belum dilengkapi penyidik Subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel.
Artinya, perkara penyelundupan 207 balok timah atau setara dengan Rp700 juta dengan modus ditumpuk dibawah barang rongsokan milik oknum anggota Polsek Pangkalanbaru ini, hingga kini penyidik masih melengkapi petunjuk yang diminta oleh jaksa atau P19.
“Untuk perkara 207 balik timah milik Aiptu Lazim ini masih P19,” ungkap Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel, Kompol Siwantoro mewakili Direktur Reskrimsus (Dirreskrimsus), AKBP Indra Krismayadi kepada Rakyat Pos, Senin (11/2/2019).
Dilansir dalam berita sebelumnya, Erlangga (52) sopir truk kuning dengan nomor polisi Z 8754 WI yang mengangkut sebanyak 2,5 ton timah balok lebih dulu menjadi tersangka. Warga asal Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang itu telah meringkuk di dalam sel rutan Mapolda Babel pasca ditangkap.
“Sopir truk yang mengangkut 207 balok timah sekarang ini telah kami tetapkan sebagai tersangka (Tsk). Setelah menjalani pemeriksaan, memang dia (Erlangga) terlibat dan keuntungan dia dapat Rp7 ribu perkilogram jika dikalikan 2,5 ton mencapai Rp17 jutaan upah yang diterima,” ungkap Kasubdit 4 Tipiter AKBP I Wayan Riko Setiawan kala itu saat ditemui Rakyat Pos, Selasa (11/12/2018) silam.
Dikatakannya, Erlangga merupakan sopir spesialis yang sudah kesekian kalinya membawa barang selundupan berupa balok timah ke luar Pulau Bangka. Berdasarkan keterangan selama pemeriksaan, sopir tersebut mengaku sudah biasa membawa balok timah melalui Pelabuhan Pangkalbalam menumpang kapal roro.
Erlangga ditangkap Tim Penyelundupan di Pelabuhan Pangkalbalam saat menunggu kapal roro yang berlayar ke Jakarta, Senin (10/12/2018) sekitar pukul 05.30 WIB. Di dalam truknya, selain barang rongsokan ada 157 batang timah dengan berat belasan hingga 20 kilogram lebih dan 50 balok timah berbentuk lempengan setengah bola.
Balok timah sebanyak 207 buah itu, ditumpuk tepat di bawah muatan barang rongsokan guna mengecoh petugas kepolisian. Namun aparat yang curiga berhasil mengendus penyelundupan timah batangan itu dan membongkar truk.
Erlangga mengaku sudah tiga kali melakukan pengiriman balok timah ke Jakarta. Dan yang ditangkap adalah pengiriman keempat kalinya.
“Setelah mobil sampai di Jakarta, khusus barang rongsokan tersebut diturunkan di pabrik di jalan raya Prancis Dadap Tangerang. Setelah barang rongsokan diturunkan, baru sopir menunggu telepon dari orang yang akan mengambil timah balok tersebut,” jelas Wayan.
Selain Erlangga, polisi juga menetapkan satu orang tersangka lagi yakni oknum polisi Aiptu ML alias LZ (46) yang diakui sebagai pemilik 207 batangan timah berbagai bentuk tersebut.
Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono saat konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Babel, Rabu (12/12/2018) sore menegaskan, tersangka Aiptu ML alias LZ ini bertugas di Mapolda Babel dan disangkakan sebagai pemilik timah seberat 2,5 ton yang gagal diselundupkan ke Jakarta.
“Tersangka dalam kasus ini ada dua orang. Selain sopir EL (52), juga oknum anggota polisi LZ. Dia (LZ) ini sebagai pemilik 207 balok timah ini,” kata Istiono.
Kapolda menegaskan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 161 Undang-undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba juncto Pasal 55 KUHP.
“Kedua tersangka terancam pidana kurungan penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar. Begitu juga pemiliknya nanti akan diperiksa Provos,” pungkas kapolda yang sempat memperlihatkan bentuk-bentuk timah batangan produksi rumahan milik tersangka ML kepada sejumlah wartawan. (bis/6)

Related posts