by

Agum Gumelar : Masyarakat Harus Cerdas Berdemokrasi

-Politik-312 views
Agum Gumelar (kanan) bersama Bambang Patijaya

BPJ Jabat Ketua IKAL Babel

PANGKALPINANG – Mantan Gubernur Lemhannas periode 1998- 1999 Agum Gumelar mengajak masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk bisa menghargai perbedaan dan menjadi masyarakat yang cerdas dalam berdemokrasi.

Ia menilai, pro dan kontra dalam pemerintahan sebagai hal yang biasa, termasuk jika ada yang tidak suka dengan kepemimpinan pemerintahan saat ini. Namun, tegasnya, ketidaksukaan ini disalurkan dalam konteks demokrasi, yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Silahkan berjuang menurut hak politik masing-masing, dengan mentaati, menghormati, etika, dan aturan/norma demokrasi, tidak boleh menghalalkan segala cara,” kata Agum usai melantik Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Provinsi Babel, Kamis (30/8/2018).

Ketua Umum IKAL ini menilai, perbedaan merupakan hal yang biasa terjadi, bukan hanya di lingkungan masyarakat luas, bahkan dalam organisasi IKAL pun perbedaan kerap terjadi, terutama ketika terjadi pemilihan ketua organisasi.

“Perbedaan ini sifatnya sementara dan harus berakhir ketika Pilpres berakhir, hormati apapun yang menjadi keputusan demokrasi, itu sikap dewasa dan bijaksana dalam demokrasi,” tandasnya.

Ia berharap, anggota IKAL di Babel dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dan bijaksana serta dewasa dalam berdemokrasi dan jangan berlarut-larut dalam ketidaksukaan akan sesuatu hal.

“Setiap pasangan calon para pendukung harus anggap calon lain sebagai rival yang harus dikalahkan dalam konteks demokrasi, bukan musuh yang harus dimusnahkan dan perbedaan dalam memilih pasangan calon sesuatu yang amat wajar, tetapi perbedaan memilih sifatnya sementara harus berakhir dan akan berakhir ketika Pilpres berakhir, begitu hasil keputusan siapa pemenang, hormati itu tak ada lagi perbedaan,” pesannya.

Pemikiran tersebut, lanjut mantan jenderal TNI ini, harus diberikan oleh anggota IKAL kepada masyarakat, demi menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa ini. Dia menambahkan, bahwa anggota IKAL memiliki hak politik yang sama dengan warga negara Indonesia, namun ia menegaskan agar tidak membawa nama organisasi dalam ranah politik.

“Diluar organisasi, anggota memiliki hak politik yang sama, sama seperti para purnawirawan TNI, tetapi jangan membawa-bawa organisasi ke ranah politik. Saya menaruh harapan besar IKAL Babel dapat membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan, memberikan masukan serta mengedukasi masyarakat,”katanya.

IKAL kata Agum , merupakan organisasi tempat berkumpul orang-orang yang prestisius, yang punya daya pikir, memiliki wawasan dan berwatak pejuang, dalam arti selalu peduli terhadap situasi dan kondisi bangsa dan tak boleh apatis.

“Babel adalah provinsi yang ke- 14, masih ada 20 lagi yang belum dilantik, IKAL memiliki peran sebagai mitra dari pemerintah daerah, dalam arti kata setiap permasalahan yang muncul dikaji oleh IKAL dan disampaikan ke gubernur sebagai masukan karena satu keyakinan tidak ada seorang Gubernur yang ingin masyarakat sengsara,” tuturnya.

Lakukan Konsolidasi Internal

Ketua IKAL Babel, Bambang Patijaya mengatakan, setelah pelantikan ini dirinya akan mengadakan konsolidasi internal dan merekrut anggota yang tergabung dalam Lemhanas tetapi belum masuk menjadi kepengurusan IKAL, karena menurut dia, masih banyak anggota ikatan alumni yang belum bergabung.

“IKAL akan berperan berkontribusi memberikan masukan kepada pemerintah bagaimana sebaiknya pembangunan ini agar dapat berjalan dengan baik,” tukasnya.

Babel, tambah mantan ketua KNPI ini, sudah memiliki modal, memiliki masyarakat yang sangat toleransi dengan berbagai suku agama dan ras.

Sementara itu, Sekda Pemprov Babel Yan Megawandi, menyambut baik dengan adanya IKAL di Babel. Ia menaruh harapan yang besar IKAL dapat memberikan manfaat dan masukan untuk pembangunan di provinsi ini. “Kalau melihat susunan keanggotaan kami tak ragu lagi, terutama untuk menjaga wawasan nusantara dan NKRI,” pungkasnya. (nov/10)

Comment

BERITA TERBARU