Ada Kongkalikong Penetapan HET LPG 3 Kg?

  • Whatsapp

Masyarakat Dibebankan Biaya Angkutan
KPK Diminta Selidiki Tata Kelola Gas LPG

TANJUNGPANDAN- Konversi dari minyak tanah ke gas LPJ, dinilai tak sepenuhnya memberikan keuntungan bagi masyarakat, justru sebaliknya dinikmati oleh oknum pengusaha. Mirisnya lagi masyarakat dibebani dengan biaya pengiriman tabung gas dari Pangkal Pinang ke Belitung. Ini lantaran belum adanya SPBE yang melayani pengisian tabung gas di pulau Belitung.

Ketua Masyarakat Peduli Gas LPJ Kabupaten Belitung, Sukron sebelumnya sempat meminta kepada pertamina untuk menunda penghapusan minyak tanah bersubsidi. Sukron beralasan pasokan gas ke Belitung belum stabil dan masih banyak masyarakat yang menggunakan minyak tanah. Pasokan gas ke Belitung diprediksi sukron akan terkendala pada saat musim barat tiba. Apalagi kapal pengangkut gas dari Pangkal Pinang tidak memiliki ikatan kontrak angkutan gas.

Penetapan harga HET Gas LPJ 3 KG dinilai hanya menguntungkan pengusaha gas. Pemerintah Kabupaten Belitung, Berdasarkan surat keputusan Bupati Belitung, menetapkan HET untuk gas LPJ 3 kg dengan harga Rp. 22.500 per tabung. Dengan rincian Rp.12. 750 disetorkan ke Pertamina, Rp. 1.500 margin agen, Rp. 1650 untuk pangkalan dan Rp.6600 untuk biaya angkutan dari Pangkal Pinang ke Belitung.

Biaya angkutan ini sempat menimbulkan pertanyaan. Ada indikasi kelebihan biaya angkutan yang harus ditanggung masyarakat. Menurut info pemilik kapal, biaya angkutan utuk tabung gas 3 kg hanya berkisar Rp. 5000 per tabung. “Yang Rp1600 itu kemana?” tanyanya.

Uang itu, kata Sukron tidak jelas larinya kemana. Lantas, Sukron minta kepada KPK untuk menyelidiki lebih lanjut penanganan masalah tata kelola gas LPJ di Kabupaten Belitung.
“Gas LPJ 3 Kg adalah program nasional,” ungkap Sukron.

Sementara itu, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Belitung, Bakri Hauriansyah mengatakan kalau harga itu permintaan dari agen.”Itu permintaan agen, karena menurut mereka keuntungan Rp. 1500 per tabung itu belum cukup,” ungkap Bakri saat berbincang dengan Rakyat Pos, diruang kerjanya, Senin (12/08/2019).

Bakri menjelaskan definisi agen itu hingga sampai SPBE, bukan sampai di Belitung, sehingga harus ada biaya angkutan ke Belitung. Bakri mengaku penetepan HET gas LPJ itu Pemkab Belitung melibatkan agen dan jober Pertamina. “Penetapan HET melibat agen dan pertamina,” sebut Bakri.

Ia menambahkan, untuk biaya angkutan dari Pangkal Pinang ke Belitung sebesar Rp. 6600 per tabung memang tidak ada dasar hukumnya, tapi Pemda Belitung meminta surat rekomendasi untuk menjadi dasar penetapan dari Gubernur Bangka Belitung.

Di Belitung, ada 3 pemain besar gas, yang menguasai distribusi gas di Belitung dan Belitung Timur. Pemain ini juga menguasai distribusi berbagai jenis BBM mulai solar, pertamax, pertalite dan premium.

Terkait pengawasan, Bakri mengatakan Pemda tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan, karena pengawasan terhadap BBG dan BBM adalah kewenangan pusat.
Diketahui, pada tahun 2019, Belitung mendapat kuota gas sebanyak 3.976 matrik ton (MT) Sedangkan Belitung Timur mendapat 3.106 MT. (yan/6)

Related posts