Abrasi Pantai Serdang parah

  • Whatsapp

Manggar – Abrasi di Pantai Serdang Desa baru Kecamatan Manggar kian memprihatinkan. Belasan meter bibir pantai hilang akibat dihantam gelombang pasang dan surut di masa angin selatan ini.

Puluhan pohon-pohon pinus yang ada di Pantai Serdang ikut tumbang akibat tanah tempat akarnya tertanam tergerus oleh gelombang laut. Beberapa spot berfoto untuk wisatawan yang ada juga mulai rusak terkikis air pasang.

Salah seorang pemilik usaha makanan di Pantai Serdang Rozani (44) menyatakan saat pasang air laut penuh air akan mengisi dataran rendah, bahkan ketinggiannya bisa mencapai sisi jalan.

“Datang saja pas pasangnya full kira-kira jam 7-8 malam ke sini. Ini semua penuh air laut sampai ke tepi warung,” ungkap Jani kepada Diskominfo Beltim, Minggu (5/7/20).

Baca Lainnya

Pria yang sudah berjualan sejak tahun 2011 itu mengaku sampai harus memindahkan lokasi warungnya sebanyak tiga kali akibat tanahnya hilang dibawa oleh gelombang. Ia pun menyebut kondisi saat ini memang yang paling parah karena selain gelombang, angin yang kencang ikut merobohkan pohon-pohon.

“Dalam 3 bulan belakangan ini saja kira-kira 10 meter hilang pantainya. Kalau dari awal berjualan sudah belasan meter tergerusnya,” kata Jani.

Jani dan keluarga juga sudah pernah berupaya menahan laju abrasi dengan membuat penahan dari karung-karung pasir. Sayangnya usaha itu tidak terlalu banyak membuahkan hasil, karena kekuatan gelombang yang sangat besar.

“Puluhan karung kami tanam agar pasirnya tidak tergerus, lumayan untuk menahan tanahnya agar tidak terseret gelombang. Kalau tidak ada sih sudah lama warung kami juga terkena,” ujar Jani.

Pihak Desa Baru dan Pemkab Belitung Timur juga sudah lama mengetahui kondisi ini. Namun hingga saat ini Jani menyebut belum ada tindakan terkait abrasi Pantai Serdang.

“Kita berharap Pemda akan bikin talud dan pemecah gelombang. Pantai Serdang ini kan salah satu tempat wisata, saying kalau pantainya hilang akibat abrasi,” harap Jani. (yan/kmf/6)

Related posts