Aborsi Hanya Dilakukan Dokter Spesialist

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Sidang kasus aborsi yang menjerat Oknum Bidan PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sri Mardiningsih alias Ningsih Selasa (25/4/2017) kemarin kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Beny Kristanto, SH menghadirkan saksi ahli SPOG dari RSUD Sungailiat, dr. Amar Yasin, SPOG. Dalam kesaksiannya, ahli menerangkan bahwa aborsi tersebut hanya dilakukan oleh dokter spesialist sedangkan tindakan yang dilakukan oleh bidan tidak dibenarkan.

“Aborsi itu hanya dilakukan oleh dokter spesialist. Sedangkan sama bidan itu gak boleh. Berarti tindakan oleh bidan ini memang gak boleh,”ujar Beny Kristanto, SH kepada wartawan usai persidangan.

Dikatakan Beny, sidang dilanjutkan pekan depan dengan pemeriksaan terdakwa.

Sebelumnya, pada pekan lalu sidang kasus bidan aborsi yang menjerat oknum PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sri Mardinengsih Selasa (18/4/2017) kemarin menghadirkan saksi Kepala Lingkungan Sri Pemandang, Rusli di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Sidang yang diketuai Majelis hakim, Surono, SH, MH ini berlangsung sebentar di ruang sidang 1 PN Sungailiat. Pantauan wartawan sebagai Kaling, Rusli banyak tidak mengetahui praktek illegal yang dilakoni Ningsih di Ex Praktek yang berada di kediamannya.

“Saya jadi Kaling baru 1 tahun pak. Selama saja menjabat saya tidak tahu praktek yang dilakukan Ningsih. Dulu saya tahunya dia ini PNS yang berdinas di Pustu Sinar Baru. Setelah itu tidak tahu lagi sampai ada kejadian ini,”terang Rusli dihadapan majelis hakim.

Rusli menjelaskan dirinya mengetahui penangkapan Ningsih setelah ada orang yang menelpon dan mengaku polisi yang akan menggeledah kediaman Ningsih. Saat itu, polisi meminta dirinya untuk mendampingi penggeledahan di dalam praktek yang berada disebelah kediaman Bidan Ningsih.

Usai penangkapan Ningsih, Rusli pun baru mengetahui informasi praktek aborsi yang kerap dilakukan Ningsih dari para warga yang mengatakan bahwa sudah sejak lama Ningsih melakukan aksinya melakukan Aborsi. Mendapatkan informasi warga tersebut, Rusli mengatakan kalau dirinya menyesali tindakan warga yang menganggap praktek aborsi tersebut sebagai hal biasa lantaran tidak melaporkan informasi tersebut.

“Belum pernah denger aktifitas ini. Setelah kejadian ini, saya tanya warga kata warga sudah lama praktek itu. Tapi gak pernah ada yang lapor saya. Warga ini menganggap ini hal sudah biasa. Mungkin mereka gak larang,”ujar saksi yang juga seorang guru ini.

Selama ini Rusli pun tak menyadari kalau di depan rumah Ningsih terdapat plang praktek bidan yang tidak mengantongi izin. Dirinya mengaku kalau ia lebih memperhatikan usaha anak terdakwa yang membuka Kafe di halaman depan rumahnya yang berdempetan dengan praktek illegal milik Ningsih.

Setelah mendengar keterangan saksi, Ningsih pun tak menampik keterangan yang Kaling Sri Pemandang. Akhirnya hakim pun menunda persidangan Selasa pekan depan (25/4/2017) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi dari Polwan dan keterangan ahli.(2nd/6)

Related posts