Abdur Kadir Targetkan Kejari Beltim Raih WBK

  • Whatsapp
Bupati Beltim foto bersama dengan Kajari lama dan Kajari yang baru, di malam Pisah Sambut. (foto: istimewa).

 

Manggar – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Timur resmi dijabat Abdur Kadir. Kejari sebelumnya Widagdo, memperoleh kenaikan promosi sebagai Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi di Kalimantan Selatan.

Abdur Kadir merupakan mantan Kajari Aceh Barat Daya. Ia menggantikan Widagdo yang telah bertugas selama 4 tahun 20 hari sebagai Kajari Beltim.

Kepada wartawan, seusai Acara Kenal Pamit di Restoran Vega Manggar Selasa (29/10/2019) malam, di masa kepemimpinannya Abdur Kadir menargetkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim harus mampu meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrat Bersih dan Melayani (WBBM). Pencanangan satuan Kerja Zona Integritas menuju WBK dan WBBM sudah dilakukan oleh Widagdo pada Februari 2019 lalu.

“Kalau Kejaksaan Negeri Belitung sudah dapat (WBK-red) duluan. Makanya langkah pertama itu yang kita kejar, baru nanti WBBM,” ujar Abdur.

Seluruh program kerja yang telah berjalan sebelumnya akan terus dilanjutkan dan selesaikan. Termasuk kasus-kasus yang tengah ditangani dan dalami oleh Kejari Beltim.

“Intinya kami bagaimana melayani masyarakat di Beltim sesuai dengan tupoksi Kejari Beltim. Kegiatan berikutnya akan saya pelajari dulu, bersama teman-teman Kasi, Kasi Intel, Pidum, dan Pidsus,” kata Abdur.

Untuk itu, Abdur meminta bantuan dari seluruh pihak utamanya wartawan untuk membantu kelancaran tugasnya di Kejari Beltim.

“Tentunya saya dalam menjalankan tugas ini butuh dukungan dari pers. Kalau ada masukan-masukan buat saya tindak lanjuti akan saya tampung, nanti ada kasi Intel yang akan menampung informasi-informasi,” ungkap Abdur.

Pria kelahiran merupakan Kuala Namo Aceh itu sudah banyak bertugas di berbagai daearh di daerah Indonesia. Kabupaten Beltim merupakan daerah ke 13 yang ia tugasi.

Sementara itu, Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung Timur, Widagdo berpesan agar Kajari Beltim yang baru, Abdur Kadir dapat segera berdaptasi dengan lingkungan yang baru. Mengingat kondisi di Kabupaten Beltim sangat berbeda dengan Aceh Barat Daya.

“Semoga cepat beradaptasi dan selalu kompak dengan Forkopimda. Mungkin dari Aceh berbeda kebiasaannya dengan yang ada di Belitung Timur,” harap Widagdo seusai Acara Kenal Pamit di Restoran Vega Manggar Selasa (29/10/19) Malam.

Menurut Widagdo tidak ada pekerjaan rumah khusus yang yang dibebankan kepada Kajari yang baru. Setiap pimpinan sudah punya konsep dan cara masing-masing yang akan diterapkan.

“Pastilah setiap pimpinan ada SOP yang harus dilaksanakan. Mungkin pak Kajari yang baru akan meneruskan apa yang baik, melanjutkan,” kata Widagdo.

Selama bertugas 4 tahun 20 hari, Widagdo sangat berkesan dengan kebiasaan yang Forkopimda ada di Kabupaten seperti selalu menggunakan pakaian adat saat Sidang Paripurna dan akan merindukan ‘bisa ngopi di mana saja’.

“Terus juga kerukunan umat beragamanya, juga sangat baik. Kalau kasus banyak, cuman kasus DSP itu yang paling berkesan karena sering bolak-balik dan berlarut-larut,” kenang Widagdo.

Sementara itu Bupati Beltim, Yuslih Ihza mengungkapkan pengalaman paling berkesan dengan Widagdo adalah terlambat ke bandara saat melakukan kunjungan kerja di luar daerah. Bupati dan Mantan Kajari Beltim terpaksa harus berlari untuk naik ke pesawat.

“Gara-gara telat ke bandara saya sama Pak Widagdo harus berlari karena pesawat sudah mau berangkat. Cuman saya lupa pas kunjungan kemana,” ungkap Yuslih.

Bupati pun mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini dan berharap karier Widagdo di tempat yang baru akan semankin baik dan cemerlang di kemudian hari.

“Kepada Pak Abdur Kadir saya berharap sinegritas kita Forkopimda terutama dengan Kejari Beltim akan terjalin dan dapat berkerjasama dengan lebih baik ke depannya,” harap Yuslih. yan/kmf

Related posts