94 Santri Diberikan Bekal Wawasan Kebangsaan

  • Whatsapp
Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono K, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 96 santri dan 14 pengurus Pondok Pesantren Darul Arafah di Kecamatan Sijuk Kab Belitung di Kabupaten Belitung.(foto: rell).

Tanjung Pandan – Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono K, akhir pekan kemarin, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada 96 santri dan 14 pengurus Pondok Pesantren Darul Arafah di Kecamatan Sijuk Kab Belitung di Kabupaten Belitung.

Saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan, Letkol Eko didampingi Danramil 414-01/Tanjungpandan Mayor Inf Djoko Lelono dan Ketua Persit KCK XLI Santi Eko Saptono.

Kegiatan anjangsana sekaligus pembekalan wawasan kebangsaan tersebut, disambut baik oleh Ketua Pondok Pesantren Ustadz Haikal Fackar. Para santri/santriwati juga nampak antusius mengikuti ceramah dari Dandim.

“Pembekalan dan pemahaman wawasan kebangsaan ini sangat penting ditanamkan. Apalagi Santri/Santriwati Pesantren Daarul Arofah ini, calon generasi penerus bangsa kedepannya. Maka, dari pembekalan tersebut harus dimulai dari sejak dini,” ungkap Dandim.

Lebih lanjut dikatakan Dandim, melihat tantangan ke depan yang cukup dinamis. Tentunya pembetukan karakter pemuda dan pemudi yang tangguh, untuk masa depan harus dipersiapkan dari sekarang. Termasuk Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme serta Rasa kebangsaan sebagai warga Negara.

“Kalau ini tidak mulai dari sekarang, mau kapan lagi kita memulainya. Hal-hal mendasar seperti Dasar Negara, UUD 1945 dan Pancasila, wajib mereka pahami. Sebagai warga negara yang baik, tentunya hal tersebut harus kita ketahui,” tandasnya.

“Sebagai generasi muda harus dapat menanamkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mencari peluang dari lingkungan kita, apakah mau bertani atau berkebun dengan memanfaatkan tempat sebagai kegiatan ekstrakurikuler seperti menanam cabai yang saat ini harganya sangat mahal di belitung,” timpalnya.

Ditambahkan Dandim, terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak lepas dari perjuangan pendahulu bangsa mulai dari masa keemasan kerajaan sampai dengan perjuangan kemerdekaan. Maka dari itu, sebagai generasi penerus, sudah saatnya bersatu dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang telah dikorbankan oleh para pahlawan.

“Dulu para Wali, Kiai, dan Ustad bersatu padu untuk meraih kemerdekaan. Sebagai generasi muda hendaknya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini kedepannya. Kita yang hidup di Indonesia perlu menyadari makna dari kebhinnekaan. Itu yang menyatukan berbagai perbedaaan untuk menjadi Bangsa Indonesia,” pesannya.

Ditegaskan Dandim, tanamkan ideologi para Santri selain hafal Al Quran dan Hadits juga harus bisa menjabarkan nilai butir-butir dari Pancaaila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, guna mencegah dan waspada terhadap idiologi Komunis yang tidak sesuai dengan Pancasila.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Daarul Arofah Ustad Haikal Fackar mengucapkan terima kasih atas pembekalan wawasan kebangsaan yang telah diberikan Dandim kepada para santri.

“Tentu ini sangat penting bagi kami, apalagi di era globalisasi seperti ini. Sehinga kita lebih mawasdiri dari pemahaman-pemahaman negatif yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini kedepannya,” pungkasnya.

“Saya berharap kedepan adanya kegiatan praktek langsung. Seperti gerakan pramuka, baris perbaris untuk membentuk disiplin para santri,” tambahnya.(rell/3)

Related posts