by

818 ASN Pemprov Naik Pangkat

-NEWS-148 views
Gubernur Babel, Erzaldi Roesman dan ratusan ASN Pemprov tampak kompak usai menerima SK kenaikan pangkat di gedung mahligai rumah dinas gubernur, Selasa (14/5/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

SK Diserahkan Langsung Gubernur Babel
Ratusan ASN Belum Miliki Sertifikat

Pangkalpinang – Sebanyak 818 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bangka Belitung (Babel), menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat, yang diserahkan langsung oleh gubernur Babel di ruang Mahligai Serumpun Sebalai, kediaman dinas gubernur, Selasa (14/5/2019).
Dalam penyerahan SK ini, Gubernur memberikan motivasi dan semangat, serta arahan kepada pegawai untuk tetap semangat bekerja dan memberikan manfaat kepada masyarakat banyak.
“Pegawai harus menunjukkan bahwa kita mampu, misalnya ketika pimpinan bertanya, harus tegas jawabannya,” kata gubernur.
Ia juga meminta, agar ASN yang mendapat kenaikan pangkat ini, betul-betul memanfaatkan dan amanah atas jabatan yang diberikan.
“Kita harus menjadi orang yang selalu memberi manfaat, jangan sampai enggak memberi manfaat, 818 orang ini harus memberi manfaat kepada ribuan orang, jangan cuma satu orang,” ingatnya.
“Kenaikan pangkat ini dimanfaatkan betul untuk menunjukkan bahwa mampu emban tugas kita, tapi lebih baik, ada suatu perubahan bisa bekerja dengan orang lain,” tandasnya.
Ia meminta, agar ASN yang menerima kenaikan pangkat, dapat bersyukur atas apa yang telah didapatkan, paling tidak dengan bersyukur akan dilipatgandakan berkah oleh Allah.
“Selamat menjalankan tugas, mudah-mudahan ada manfaat, bukan untuk pribadi tapi bagi orang lain,” pesannya.
Penyerahan langsung ini, diakuinya memang baru diterapkan, meskipun sebetulnya kenaikan pangkat adalah hal yang biasa.
“Kita berkeinginan kenaikan pangkat tidak semata menjadi hal biasa, tapi moment melakukan perubahan, dan harus sikapi dengan hal positif, jangan sombong, konsumtif, takabur, mereka akan ditunjang untuk posisi jabatan tertentu, saya melakukan tes bagaimana merekrut orang,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Erzaldi juga menandai orang-orang yang layak dipindahkan ke jabatan lain karena lamanya bertugas dan kompetensi yang dimiliki, termasuk pegawai yang sudah memiliki sertifikat barang dan jasa.
‘Kurang lebih 21 orang yang punya sertifikasi pengadaan barang jasa segera kita promosikan, pangkat rata-rata diatas 3 C, cara seperti ini membuat perubahan sehingga rekrutmen fair.
Kepala BKPSDM Babel, Sahirman, menyebutkan,
pejabat yang naik pangkat yakni Golongan IV sebanyak 49 orang, Golongan III sebanyak 588, Golongan II sebanyak 175, dan Golongan I sebanyak 6 orang.
“818 orang yang sudah memenuhi syarat dan SK siap dibagikan, terdiri dari golongan IV naik ke III naik ke II dan bervariasi tapi paling banyak naik ke golongan III, yang tadinya duduk di depan dan diprioritaskan, misalnya staf tapi sudah sertifikat barang jasa punya kompetensi maka kita utamakan untuk promosi pada tahap berikutnya, sedang dipersiapkan,” jelasnya.
Ditambah Sahirman, dikumpulkannya pegawai ini sekaligus untuk mendapat arahan dari gubernur dan sekaligus penilaian terhadap pegawai.
“Biasanya penyerahan sepuluh orang, supaya kenaikan pangkat ada perubahan perilaku, mindset, kita minta arahan dari gubernur langsung, setiap perubahan struktur harus ada perubahan mindset, semakin bertanggungjawab, bisa bekerjasama dan tingkatkan integritas, tanggungjawab bertambah, tanpa perubahan sulit beradaptasi, apalagi nanti mulai jadi pimpinan, sekarang sudah mulai memimpin orang yang akan gerakkan,” bebernya.
Kemungkinan, pada Oktober mendatang akan ada lagi penyerahan SK kenaikan pangkat, dan kembali akan dikumpulkan seperti ini.
“Tentu ada penilaian, ada assesmen, gubernur sudah cek kapasitas mereka dari cara komunikasi, sikap berkomunikasi, dukungan mitra atau pimpinannya, dan kompetensi,” pungkasnya.

Sertifikat Barang dan Jasa

Dari sekitar 900 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bangka Belitung (Babel) yang wajib memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa, baru sekitar 663 ASN yang sudah mengantongi sertifikat ini.
Sementara sisanya, jika belum mendapatkan sertifikat tersebut, maka bisa saja jabatannya tereliminasi, mengingat syarat yang diharuskan untuk jabatan tertentu adalah memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa, termasuk harus dimiliki pejabat eselon II.
“Tadi saya lihat ada 21 orang yang punya sertifikat tapi belum ada jabatan, ini akan kita promosikan,” tandas Erzaldi, Selasa (14/5/2019).
Tak hanya itu, Erzaldi juga memiliki cara lain dalam menilai ASN, entah dalam forum rapat atau hal lainnya, dengan cara ini kemudian ia meminta BKPSDM untuk melakukan hal-hal berkaitan dengan kepegawaian.
Untuk sertifikat pengadaan barang dan jasa, ditegaskan Gubernur, merupakan kewajiban, dan yang sudah memiliki akan diprioritaskan.
“Semua berpeluang untuk menjadi Pejabat. Mulai minggu depan sudah dilakukan siapa pejabat yang tidak memiliki sertifikat PBJ akan dieliminasikan,” tegasnya.
Sementara itu, Sahirman Kepala BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirman Jumli, merecanakan akan melakukan tahapan evaluasi terhadap para ASN yang belum memiliki sertifikat tersebut.
“Yang sudah ada sekitar 633 orang dari 900 anak lebih pegawai yang harus punya, kita akan evaluasi bertahap,” seburnya.
Pejabat tertentu yang harus memiliki sertifikat ini, akan dilakukan sehingga diharapkan semuanya nanti sudah mengantongi sertifikat tersebut.
Berdasarkan Perpres No 16 Tahun Tahun 2018 mengamanatkan kewajiban ASN yang menjadi pelaku pengadaan untuk bersertifikasi, diantaranya adalah Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran (PA/ KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja Pengadaan Barang/Jasa dan Pejabat Pengadaan (PP).(nov/6)

Comment

BERITA TERBARU