Berita Kota

8 Perempuan dan 5 Pria Pekerja Judi Ketangkasan Green Zone Disidang, Enam Saksi Diperiksa

Rudi, Bos Arena Judi belum Ditangkap

Sejumlah Oknum Wartawan dan Ormas “Disumpal Duit”

Sidang pembacaan dakwaan terhadap 13 terdakwa pekerja arena judi ketangkasan Green Zone di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis siang. (Foto: Bambang Irawan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Sebanyak 13 orang terdakwa yang merupakan pekerja di tempat perjudian ketangkasan Green Zone mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (4/6/2020) siang.

Mereka adalah Robby Wibowo, Ernianti Agustin, Ni Komang Kasmianti, Tia Audina, Nia, Dewi Rahayu Lestari, Yesi Purnama, Elma Sastmita, Paulina Yuwita, Tobi Wijayanto, Octa Iriansa, Pajar Budi Listiono.

Ada juga oknum wartawan Reza Erdiansyah yang menjabat sebagai Humas perjudian ketangkasan itu duduk menjadi terdakwa.

Delapan orang perempuan dan lima pria sebagai terdakwa ini sebelumnya ditangkap Direktorat Tipidum Bareskrim Polri di Ruko Green Zone di Jalan Ahmad Rasidi Kelurahan Batu Intan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang pada Kamis silam (13/2/2020) sekitar pukul 19.30 wib.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi-saksi ini dipimpin majelis hakim Rendra Yozar dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Dedek.

Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) Kejati Babel, Erni Yusnita dalam dakwaannya mengungkapkan bahwa Pajar Budi Listiono berperan sebagai withdraw (penukaran voucher dengan uang) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab setiap harinya meminta modal kepada kasir berupa uang tunai.

“Uang tersebut biasanya digunakan untuk penukaran voucher pemain game mesin di Green Zone yang akan ditukarkan dalam bentuk uang tunai. Apabila jumlah uang modal habis, akan meminta kembali kepada kasir,” ungkap Erni.

Pajar sekaligus membantu humas memberikan setoran kepada para oknum wartawan, dan ormas yang sering datang ke tempat judi berlantai tiga ini untuk uang tutup mulut.

“Pembagian keuntungan perharinya, yaitu sebesar Rp135.000,- untuk Pajar. Sedangkan terdakwa Reza Erdiansyah sebagai Humas yang mempunyai tugas sebagai perantara pihak Green Zone apabila ada pihak yang meminta bantuan dana (uang tunai) kepada Green Zone,” jelas Erni.

Kasi Kamnegtibum dan TPUL Kejati Babel ini juga menyebut bahwa Reza akan menghubungi Rudi (DPO) untuk meminta dana tersebut. Lalu oleh Rudi sang pemilik tempat judi ketangkasan ini, uang akan dikirimkan ke rekening BCA yang Humas pegang.

“Kadang dikirimkan juga kepada manager Green Zone (terdakwa Robby-red) untuk selanjutnya diserahkan kepada humas untuk distribusikan. Dimana sebagai Humas memperoleh pembagian keuntungan sebesar Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah) per bulannya,” terang Erni.

Terdakwa Robby memperoleh keuntungan Rp1,4 juta setiap minggunya dan bertugas membayar honor atau pembagian keuntungan bagi para wasit, kasir dan pekerja lainnya yang juga jadi terdakwa.

Sementara para terdakwa perempuan mayoritas bertugas sebagai wasit dan kasir dalam permainan judi ketangkasan itu, diberi keuntungan Rp110 ribu perhari kerja. Mereka berdiri dan duduk di setiap mesin-mesin ketangkasan sembari membantu menukarkan poin para pemain judi dengan uang ke kasir menggunakan voucher.

“Mereka terdakwa telah menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu yaitu menjalankan usaha permainan judi mesin bergambar tersebut dengan taruhan uang yang rata-rata omset penghasilan Green Zone dalam satu hari sekitar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) sampai dengan Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) dilakukan tanpa memiliki izin untuk melakukan permainan judi dari instansi yang berwenang,” sambungnya.

Karena tindakan itu, 13 terdakwa ini didakwa melanggar pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 303 Ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 303 Ayat (1) ke-2 KUHPidana.

“Kalian semua tidak ada didampingi kuasa hukum ya. Keberatan tidak dengan keterangan saksi?” tanya Ketua Majelis Hakim usai meminta keterangan 6 orang saksi.

“Tidak Yang Mulia,” jawab para terdakwa.

Sidang kemudian ditetapkan akan dilanjutkan dengan agenda masih pemeriksaan saksi pada Selasa (9/6/2020) depan.

Sebetulnya, pada Selasa dua hari lalu, sidang perdana kasus tempat perjudian ketangkasan yang penggerebekannya dilakukan oleh tim Mabes Polri ini dan sempat menghebohkan Provinsi Bangka Belitung, telah digelar.

Namun JPU tidak dapat menghadirkan para terdakwa ke persidangan, sehingga meminta waktu untuk ditunda Kamis siang tadi dan pembacaan dakwaan baru dilakukan.

Menariknya, Rudi selaku pengusaha atau pemilik arena perjudian ketangkasan itu hingga kini belum ditangkap oleh pihak kepolisian, dan ditetapkan DPO.

Selain Rudi, sejumlah nama-nama oknum wartawan yang tercatat dalam buku milik Reza, belum ditindaklanjuti penyidik. Padahal, para oknum wartawan itu dapat dijadikan saksi, dan terseret dalam kasus ini karena patut diduga ikut mendapatkan keuntungan dari usaha perjudian Green Zone. (bis)

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top