8 Dewan Bangka Minta Rekom Rapid Test Gratis

  • Whatsapp
Nursi

SUNGAILIAT – Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Kabupaten Bangka, Nursi menyebutkan ada 196 orang yang telah meminta surat rekomendasi atau nota persetujuan dari gugus tugas setelah pemerintah daerah menggratiskan biaya rapid test.

Dari jumlah itu, terdapat delapan anggota DPRD Bangka yang meminta surat rekom untuk keperluan keluar daerah dalam rangka tugas ke daerah Sumatera Selatan dan Belitung.

“Kemarin yang mengajukan baru 94, sekarang sudah 196 berarti hari ini ada 102 orang. Delapan diantaranya anggota dewan kita dan tiga orang pendamping,” ungkap Nursi kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Meskipun begitu, dia mengatakan, surat rekomendasi tersebut akan gugur jika hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif dan bahkan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab dan seterusnya.

Baca Lainnya

“Kalau hasilnya reaktif maka surat itu juga gugur, bahkan mungkin nanti dilanjuti dengan pemeriksaan swab dan diharuskan karantina,” tambah Nursi.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala BPBD Bangka tersebut mengatakan bahwa biaya rapid test itu menggunakan dana Covid-19 daerah untuk membantu masyarakat yang ingin keluar daerah.

“Ini berlaku selama dananya masih ada karena kita ingin membantu masyarakat kita yang ingin keluar daerah,” tegasnya.

Meskipun demikian, Nursi mengatakan untuk mendapatkan nota persetujuan dari gugus tersebut harus memiliki alasan dan tujuan yang jelas.

“Kalau hanya sekedar untuk jalan-jalan atau liburan tidak akan kami izinkan. Kita keluarkan kalau untuk alasan khusus atau urgent,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa surat rapid tes tersebut hanya berlaku selama 14 hari setelah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit.

“Kita hanya mengeluarkan surat rekom saja, untuk rapid tesnya sendiri nanti dari pihak Rumah Sakit Depati Bahrin dan berlaku hanya 14 hari, jadi kalau sudah 14 hari dan ingin keluar daerah lagi maka harus di rapid lagi,” tegasnya.

Untuk saat ini, Nursi menambahkan, kebanyakan yang meminta rekomendasi dari gugus tersebut dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

“Rata-rata dari mahasiswa maupun pelajar yang ingin kembali melanjutkan pendidikannya di luar daerah,” tambah Nursi.(mla/10)

Related posts