8 Bulan, 109 Kebakaran di Kota Pangkalpinang

  • Whatsapp

Damkar Terkendala Air

PANGKALPINANG – Sedikitnya 109 kali terjadinya kebakaran di kawasan Kota Pangkalpinang selama periode Januari hingga Agustus 2019.
Demikian diuraikan oleh Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kebakaran Kota Pangkalpinang, Susanto kepada Rakyat Pos, kemarin.
“Semua kebakaran ini, kita tangani 100 persen selesai. Jadi, tidak ada yang tidak kita tangani,” ulasnya.
Ia menuturkan, personel pemadam kebakaran (Damkar) tak pernah mengenal lelah dan waktu untuk menjinakkan api.
“Jam 1, jam 3 pagi kita tetap berangkat karena itulah tugas pemadam kebakaran. Kalau kita lihat, kebakaran ini kebanyakan terjadi di lahan-lahan kering yang salah satunya faktor akibat kelalaian manusia,” urainya.
Susanto menyebut, selain faktor kelalaian manusia, penyebab kebakaran juga diakibatkan karena faktor alam.
“Yang jelas, kebakaran terjadi karena kelalaian manusia. Mungkin pembakaran lahan, buka kapling, bakar sampah yang akhirnya apinya merembet,” sebutnya.
Mantan Camat Taman Sari ini mengungkapkan, kebakaran paling besar terjadi di dekat salah satu pantai di Jalan SMP Negeri 10 Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang.
“Itu yang sulit kita jangkau karena mobil kita tidak ada akses untuk masuk ke dalam. Apinya membesar, cara kita adalah mobil tetap parkir di jalan, kita masuk ke dalam dan kita pakai cara manual,” ungkapnya.
Menurut Susanto yang sudah 25 tahun berjibaku dengan api, kendala yang selama ini dihadapi, yaitu bahan baku air untuk memadamkan kebakaran.
“Kita kesulitan untuk mencari lumbung-lumbung air yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang. Kalaupun ada, sangat jauh sekali seperti di jalur 2 perbatasan antara Kota Pangkalpinang dan Bangka Induk,” bebernya.
Sedangkan air PDAM, pihaknya tak bisa bergantung dan mengandalkan pasokan dari tempat tersebut.
“Mungkin, susahlah kita. Kedepannya nanti, kita coba-coba bekerja sama dengan PDAM dan kalau benar-benar emergency, kita minta PDAM untuk mengatasi kebakaran,” imbuhnya.
Selain itu, kendala yang kerap kali dihadapi, yakni sulitnya medan area untuk menjangkau lokasi kebakaran.
“Tetap terkendala, pertama akses jalan masuk. Beberapa kali mobil kita pernah masuk ke bandar (Parit) karena aksesnya kita tidak bisa masuk,” terangnya.
Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat agar bisa mengantisipasi bahaya kebakaran.
“Jangan sebasing-basing kita membakar hutan,” pungkasnya. (bis/6)

Related posts