8.818 Warga Babel Derita ISPA

  • Whatsapp

Kurangi Aktifitas Diluar Rumah

PANGKALPINANG – Hingga Agustus 2019, tercatat sebanyak 8.818 warga Bangka Belitung (Babel) mengalami sakit Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kasus ini masih dibawah rata-rata tahunan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mulyono Susanto mengatakan dampak yang akan ditimbulkan dari kabut asap sangat berpengaruh bagi kesehatan seperti ISPA, Pneumonia dan Influenza Like Ilnes (ILI). Asma, Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronik (PPOK), penyakit Jantung dan Iritasi.

“Yang tercatat ISPA itu, hingga Agustus 2019, kemungkinan ketika adanya kabut asap, akan ada kenaikan pasien ISPA,” kata Mulyono.

Sedangkan laporan pengamat penyakit mingguan data Penyakit ILI (Influenza Like Ilnes) dan Pneumonia pada minggu ke 37, tercatat sebanyak 225 kasus.

“Pada minggu ke 37 tanggal 14 September tercatat ada 225 kasus, angka ini masih dibawah rata-rata tahunan,” ulasnya.

Mulyono mengaku Kabut asap yang menyelimuti Babel dalam beberapa hari ini memang belum menimbulkan dampak signifikan terhadap penyakit saluran pernapasan.

“Memang belum berpengarus signifikan. Namun ini harus di antisipasi, apabila kabutnya terus menerus berlanjut, tapi kita berharap kabut ini segera berakhir,” tandasnya.

Mulyono mengimbau, agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, jika memang beraktivitas di luar rumah, harus menggunakan masker.

“Anak-anak juga harus dipakaikan masker, agar tidak terhirup udara yang terkontaminasi asap, umumnya anak-anak rentan sekali terserang penyakit,” ajaknya.

Selain itu, warga juga diimbau minum air putih lebih banyak. Bagi yang sudah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya berkonsultasilah ke dokter.

“Selalu lakukan prilaku hidup sehat, makan bergizi jangan merokok dan istirahat cukup. Upayakan agar polusi diluar tidak masuk kedalam rumah, sayur dan buah-buahan dikonsumsi sebelum dimakan, intinya jaga kesehatan,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts