77 Balok Timah Ilegal Ada di Rupbasan

  • Whatsapp
Kasubsi Minla Rupbasan Pangkalpinang, Zarpian saat menunjukan timah balok produksi rumahan H. Chamid yang dititipkan polisi ke Rupbasan. Timah balok ilegal sebanyak 77 buah ini disita, karena tersangka tidak mengantongi perizinan sebagaimana diatur UU Minerba. (Foto: Bambang Irawan)

Tin Slag dan Alat Cetak Juga Ada

PANGKALPINANG – Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) telah menerima penitipan barang bukti kasus dugaan pelanggaran UU Minerba sebanyak 77 batang balok timah dari penyidik Polres Pangkalpinang.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Rupbasan Kota Pangkalpinang, Joko Surono diwakili Kasubsi Administrasi dan Pengelolaan (Minla), Zarpian saat ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, Jumat (19/5/2017).
“Untuk barang bukti 77 batang balok timah sudah kita terima dari pihak Polres Pangkalpinang pada 8 Mei 2017 lalu dan saat ini dititipkan kepada kita. Timah balok sebanyak 77 balok. Timah ini ada bentuk balok dan ada juga bentuk lempengan,” kata Zarpian.
Selain 77 batang balok timah milik tersangka H. Chamid (46) dan Tarmizi alias Bujang (44), juga ada setengah karung tin slag, dua buah kompor gas, dua buah kuali dan alat cetakan serta sendok untuk penggorengan timah.
“77 batang balok timah saat ini masih tersimpan aman dan utuh jumlahnya di Rupbasan. Kalau jangka waktu penitipan tidak ada,” katanya.
Menurut Zarpian, biasanya lamanya proses penitipan barang bukti di Rupbasan sampai dengan proses sidang selesai dilaksanakan.
“Kalaupun sudah selesai, terkadang eksekusinya pun terlalu lama. Yang sudah inkrah pun belum dieksekusi. Jadi, itu yang menjadi problem kita juga,” ujarnya.
Lebih lanjut diakuinya, tidak ada ketentuan atau batas waktu penitipan barang bukti yang dilimpahkan ke Rupbasan.
“Sampai pihak kejaksaan melakukan eksekusi terhadap barang itu. Bisa satu bulan, dua bulan atau sampai tiga bulan. Makanya itu tergantung dari pihak kejaksaan, kapan mereka akan melakukan eksekusi barangnya,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M. Saleh menyebutkan, sebanyak 77 batang balok timah yang diamankan dari sebuah bunker di rumah H. Chamid di Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam Pangkalpinang, Senin (8/5/2017) lalu masih dititipkan di Rupbasan Pangkalpinang.
“Untuk barang bukti timah balok yang berhasil diamankan sebanyak 77 batang dan barang bukti, saat ini kita simpan di Rupbasan. Nanti saat persidangan, barang bukti dan tersangka akan kita limpahkan ke kejaksaan,” ungkap Kasatreskrim Kamis (18/5/2017) sore.
Ia mengungkapkan, penanganan kasus dugaan pelanggaran UU Minerba tersebut hingga kini masih dalam proses penyidikan dan penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Para tersangka, saat ini sudah kita lakukan penahanan di sel Rutan Polres Pangkalpinang. Kita juga masih melakukan pemeriksaan saksi ahli,” katanya.
Saleh menjelaskan, polisi menetapkan tersangka pemilik balok timah tersebut, yakni H. Chamid (46) serta Tarmizi alias Bujang (44), yang merupakan sopir pembawa balok timah.
“Kalau hasil pemeriksaan kita di rumah tersangka, sudah diamankan tempat menggoreng. Untuk tersangkanya, saat ini sudah ditetapkan dua orang, yaitu pemilik dan pengangkut inisial T dan K,” bebernya.
Ditanya lebih jauh, melalui jalur manakah pengiriman balok timah milik bos timah rumahan yang sudah beberapa kali ditangkap polisi itu? Saleh enggan merinci secara gamblang dan berdalih masih dalam tahap pendalaman.
“Mereka (H. Chamid dan Bujang) juga mengakui kalau mereka itu termasuk sudah cukup lama,” elaknya.
Disinggung lebih detail, apakah kedua tersangka sebelumnya sudah pernah diamankan atau termasuk pemain lama? Saleh mengaku, belum menjabat sebagai Kasat Reskrim kala kedua pelaku penyelundupan timah batangan itu bermain.
“Saya juga tidak tahu, karena selama saya menjabat belum ada keterangan itu. Tetapi saya tidak tau sebelum-sebelumnya mungkin lima tahun sebelumnya saya juga tidak tau,” pungkasnya.
Sebelumnya, aparat Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Pangkalpinang dan Polsek Kawasan Pelabuhan Pangkal Balam berhasil mengungkap kasus industri timah rumahan ilegal. Sebanyak 77 balok timah berbagai bentuk disita dari sebuah bunker dalam rumah H. Chamid yang berada di Lontong Pancur, Pangkal Balam, Senin (8/5).
Kasat Reskrim ikut memimpin pengamanan barang bukti bersama Kasekwas Pangkalpinang, AKP Faris. Barang bukti itu berupa alat produksi timah rumahan dan timah hasil cetakan. Didapat kabar, aktivitas produksi timah ilegal yang dilakukan pelaku sudah berlangsung sejak tahun 2000. (bis/1)

Pos terkait