by

77.093 Warga Babel Belum Miliki Akta Lahir

-NEWS-12,680 views

Kabupaten/Kota Didorong Terapkan KIA

Susanti

PANGKALPINANG – Sebanyak 369.799 atau 82,75 persen warga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah memiliki akta kelahiran, dari total 446.892 anak usia 0-18 tahun. Dari jumlah tersebut, tapi masih terdapat 77.093 anak yang belum memiliki akta lahir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Babel, Susanti menyebutkan, banyak orang tua yang masih enggan mengurus akta kelahiran anak-anaknya. Meski pelayanan penerbitan akta lahir ini sudah diterapkan semua kabupaten di Babel.
“Memang belum semua anak memiliki akta kelahiran, kita juga terbatas anggaran, jadi sifatnya masih semacam piloting, tapi sudah lumayan,” kata Susanti, belum lama ini.
Ia merinci, dari sedikitnya 104.582 anak usia 0-18 tahun di Kabupaten Bangka yang baru memiliki akta lahir sebanyak 85.181 anak (81,45 %). Di Kabupaten Bangka Tengah dari 61.900 anak, yang memiliki akta baru 56.426 (90,87%) dan di Kabupaten Bangka Barat dari jumlah 66.055 anak usia 0-18 tahun, yang baru memiliki akta lahir sebanyak 55.528 anak (84,06%).
Sedangkan di Kabupaten Bangka Selatan, dari 57.558 anak usia 0-18 tahun yang memiliki akta hanya 40.108 anak (69,68%). Di Belitung, ada 50.179 anak namun yang baru memiliki akta sebanyak 45.910 (91,49 %), Belitung Timur terdata ada 38.643 anak, tapi yang memiliki akta justru 39.175 anak (101,38 %). Untuk di Kota Pangkalpinang dari 67.975 anak yang ada namun baru memiliki akta lahir 47.651 anak (70,10 %).
Untuk anak yang telah memiliki akta lahir, DP3ACSKB menyarankan agar para orang tua juga mengurus KIA (Kartu Identitas Anak). Saat ini yang sudah menerapkan KIA di Babel baru lima kabupaten, yakni Belitung, Bangka Tengah, Bangka Barat, Pangkalpinang dan Kabupaten Belitung Timur. Sementara untuk Kabupaten Bangka dan Bangka Selatan mulai tahun ini akan diterapkan.
Menurut Susanti, nantinya akan diarahkan anak usia SD maupun yang baru lahir untuk memiliki KIA. Hal ini penting dan lebih diutamakan karena memiliki masa aktif yang lebih lama ketimbang anak yang sudah memasuki jenjang sekolah menengah atas, karena sebentar lagi akan memiliki KTP.
“Kalau yang sudah SMA kan nanti sudah punya KTP, makanya kita dorong kabupaten/kota untuk menerapkan KIA, lengkapi akta kelahirannya, dan itu merupakan salah satu kriteria untuk menjadi kabupaten/kota layak anak,” tandasnya.
Berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak, menurut Susanti KIA atau KTP anak ini terdiri dari 2 jenis. Yaitu untuk anak yang berusia 0-5 tahun dan usia 5 sampai 17 tahun.
Bagi anak warga negara Indonesia (WNI) yang baru lahir, KTP Anak akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran. Dan anak yang berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan seperti fotocopy kutipan akta kelahiran, kartu keluarga asli orang tua/wali, serta KTP asli kedua orangtuanya/wali.
“Bagi anak WNI yang telah berusia 5 tahun tetapi belum memiliki KIA, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut fotocopy kutipan akta kelahiran; KK asli orangtua/wali; KTP asli kedua orangtuanya/wali; Pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar,” pungkas Susanti. (nov/10)

Comment

BERITA TERBARU