75 UKM di Basel Kantongi Sertifikasi Halal

  • Whatsapp

DTKTKUKM Siapkan Anggaran 50 Sertifikat Halal

TOBOALI – Hingga Juni 2019, sebanyak 75 Pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) telah mengantongi Sertifikat Halal yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, sertifikat halal paling banyak diterbitkan di Kecamatan Toboali.

Demikian dikatakan Kabid UKM DTKTKUKM Basel, Caroline, Senin (17/6/2019). Menurutnya, jumlah pelaku UKM yang belum memiliki sertifikasi halal di Negeri Junjung Besaoh, sampai saat ini, masih cukup banyak.

Untuk mendapatkan sertifikasi halal membutuhkan biaya yang cukup besar. “Tapi, tahun ini, kita ada anggaran untuk 50 pelaku UKM yang mau membuat sertifikasi halal. Murni dari APBD, dan itu gratis sampai diterimanya sertifikat. Cuma kita prioritaskan untuk usaha rumah makan, khususnya di Toboali. Karena lebih kurang baru ada 10 rumah makan yang baru memiliki sertifikasi halal,” jelasnya.

Menurutnya lagi, tahun ini, sebanyak 22 rumah makan yang akan disertifikasi diantaranya 21 rumah makan di Toboali dan 1 rumah makan di Payung.

Caroline menyebutkan, tahun ini, pihaknya lebih menekankan untuk rumah makan, karena menjelang even TCOF 2019, akan banyak tamu dari luar. “Kalau rumah makan belum tersertifikasi halal nanti kan orang makan agak gimana,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pembuatan sertifikasi halal untuk produk UKM yang cukup rumit ialah usaha rumah makan. Karena harus mengantongi izin sanitasi dari puskesmas dan tahapan dalam pembuatannya lebih banyak.

“Rumah makan yang telah mengantongi sertifikasi halal diharuskan untuk memperlihatkannya di dinding bangunan. Harus mereka tempel, di dinding rumah makan kalau sudah ada, itu kan menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka dan memberikan kenyamanan juga untuk konsumen,” pungkasnya. (raw/3).

Related posts