7 Wanita Kesurupan Sebut Nama Wagino Pasca Dukun Cabul Tertangkap

  • Whatsapp
Rumah milik Wagino dipasangi garis polisi pascaaksi pengusiran oleh warga lantaran berperan sebagai dukun cabul. Kemarin malam, 7 korban dukun ini kerasukan dan memanggil nama Wagino. (Foto: ITS/Zuesty Novianti)

Korban Gadis dan Istri Orang

SUNGAILIAT – Setelah diamankan di Sel Tahanan Mapolres Bangka, 7 korban dukun cabul yang kesemuanya berjenis kelamin perempuan mengalami kesurupan atau gangguan jin yang diduga peliharaan Wagino.
Kades Kayu Besi, Rosidi kepada wartawan Selasa siang (5/9/2017) kemarin mengatakan ada 5 orang anak perawan dan 2 istri orang tiba-tiba saja kerasukan pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB (4/9/2017) kemarin di kediamannya masing-masing.
“5 orang yang kerasukan Senin malam kemarin. Waktu kerasukan mereka sebut-sebut nama Wagino,” jelas Kades Kayu Besi, Rosidi.
Sejumlah wanita di Desa Kayu Besi sejak Senin hingga Selasa pagi kemarin seperti diteror oleh jin penghuni keris peninggalan leluhur Wagino. Usai 5 orang wanita, kerasukan kembali terjadi Selasa pagi (5/9/2017) kemarin. Dua orang wanita yang terdiri 1 perawan dan 1 istri orang mengalami hal sama pada pukul 08.00 WIB dan pukul 10.00 WIB.
“Situasi sudah mulai kondusif. Tapi tadi pagi masih ada yang kerasukan 2 orang. 1 gadis 1 istri orang,” lanjut Rosidi.
Para korban-korban yang kerasukan ini akhirnya mendapat pengobatan dari ust. Zuhri dari Kayu Besi dan Ust. Syarif dari Desa Kenanga. Tak jelas arah komunikasi yang dilontarkan Jin tersebut namun selama kerasukan pada korban menyebut-nyebut nama Wagino.
Menurut Rosidi, diduga jin yang menganggu para pesien – pasiennya merupakan jin yang selama ini dihidupi Wagino untuk melakukan ritualnya.
“Kayak e Jin e tu dari yang punye lah. Yang ngerasuk ni ge lum jelas ape emang pernah menjalani pengobatan atau dak. Tapi kerasukan e same nyebut-nyebut name Wagino,” jelasnya.
Dikatakan Kades Kayu Besi, saat ini situasi warga sudah mulai kondusif setelah polisi mengamankan si dukun dan memasang police line di kediamannya Wagino. Sementara anak dan istri Wagino sudah diungsikan oleh pihak Polsek Puding Besar untuk mengantisipasi kemarahan warga.
“Kalau saat ini warga sudah mulai kondusif. Setelah ditangkap dan rumahnya sudah di garis polisi. Ada juga himbauan kepada warga yang disampaikan langsung Kapolsek dan Kasat Pol PP,” tukas Rosidi.
Terpisah, Camat Puding Besar, Zulfakar mengaku pihak kecamatan tidak mengetahui adanya praktek perdukunan yang berujung pencabulan oleh Wagino, warga Kayu Besi, karena belum mendapat laporan dari warga maupun kades.
“Kalau soal itu, kita tidak mengetahuinya karena sampai sekarang tidak ada warga yang melaporkan hal tersebut kepada kita,” ujarnya.
Karenanya, Zulfakar menyebutkan pihaknya terkejut ketika mendapati kabar sejumlah warga Kayu Besi menjadi korban dugaan pencabulan oleh dukun Wagino.
Meski demikian ia menghimbau warga setempat dapat menahan diri dan tetap menjaga ketertiban dengan mempercayakan penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian. Apalagi suasana di desa masih kondusif pasca pelaku diamankan.
“Sejauh ini masih kondusif dan saya himbau kepada warga untuk tidak melakukan hal hal diluar konteks,” katanya. (2nd/6)

Related posts