7 Juta Manusia Meninggal Karena Polusi Udara

  • Whatsapp

Wabup Bacakan Sambutan Menteri LHK

TOBOALI – Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid selain memberikan arahan internal pada hari pertama masuk kerja usai cuti Idul Fitri, ia juga membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini Senin (10/6/2019). “Di hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, saya mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga lingkungan dan kebersihan, baik di kantor maupun di lingkungan rumahnya, mari kita jaga dan pertahankan predikat Adipura tahun 2019 ini” ajaknya.
Dalam sambutan Menteri LHK, Wabup mengatakan peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun ini ditandai dengan peringatan dari World Health Organization (WHO) tentang salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yaitu polusi udara. WHO menyatakan setiap tahun 7 juta orang meninggal karena polusi udara.
“Di seluruh dunia tercatat bahwa 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri pertanian dan pembakaran sampah. Sehingga tidak heran, jika United National Environment mengangkat tema Kendalikan Polusi Udara (Beat Air Pulution) untuk peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2019 ini,” ujarnya. Secara nasional, digunakan tema dalam relevansi tersebut, yaitu Biru Langitku yang menggambarkan upaya untuk mengendalikan polusi udara sangat berkaitan dengan upaya untik menata bumi menjadi lebih hijau. Untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor.
“Maka upaya-upaya untuk membuat kota menjadi lebih hijau, dengan memperbanyak taman kota. Membangun trotoar untuk pejalan kaki, membangun jalur bersepeda seperti kota Surabaya, Bandung dan kota-kota lainnya. Maka upaya-upaya itu mampu mengurangi polusi dari kendaraan bermotor,” terangnya. Selain itu, juga dipahami polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kerugian sangat besar pada tahun 2015. Upaya pengendalian polusi udara perlu diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara.
Berbagai upaya pemerintah yang ada, masih perlu terus ditingkatkan dan harus terus meneguhkan niat untuk menjaga lingkungan. Kementrian LHK menargetkan penanaman pohon seluas 207.000 hektar tahun 2019 dan terfokus pada 15 DAS prioritas, 15 danau prioritas, 65 dam/bendungan serta daerah rawan bencana. (raw/6)

Related posts