610 Hektar Lahan Kritis Ditargetkan Hijau Kembali

  • Whatsapp

Gub Minta Perusahaan Tambang Terlibat

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menginstruksikan agar perusahaan tambang di daerah itu dapat menghijaukan kembali lahan kritis akibat pertambangan. Pemprov Babel, melalui dinas terkait, kata dia, akan memantau perkembangan penghijauan yang dilakukan.

“Persiapan penanaman lahan kritis difokuskan ke lahan bekas tambang. Lahan itu harus kita hijaukan kembali,” kata Erzaldi Rosman saat memimpin rapat rehabilitasi lahan kritis di Kantor Gubernur Babel, Senin (14/10/2019).

Salah satu lahan kritis, lanjut dia, juga difokuskan pada kawasan tambang atau kolong yang dilalui oleh jalur penerbangan. Karena menurutnya, banyak lahan bekas tambang yang tampak dari udara yang harus di tanami pohon.

“Perusahaan yang ikut dalam penanaman tersebut, dapat berkontribusi dalam menyediakan mulai dari bibit hingga penanamannya, perusahaan sediakan anggaran, siapkan bibit, pupuk, yang nanam nanti kelompok tani atau masyarakat,” sebutnya.

Perusahaan tambang, tegasnya, harus menyisihkan dana dari program CSR nya untuk rehabilitasi lahan ini. “Bibit tanaman yang akan ditanam akan kita tentukan diameter dan tingginya berapa serta pohon apa, begitu juga dengan bibitnya,” ujar dia.

Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Babel, Marwan menambahkan melalui gerakan penghijauan tersebut nantinya dapat mengurangi tutupan lahan kritis. Konsepnya, jelas dia, perusahaan tambang yang menyiapkan anggaran dan yang melakukan penanaman adalah pihak ketiga atau melibatkan masyarakat.

“Perusahaan diminta sisihkan CSR, kita punya 177 perusahaan, tujuh perusahaan logam, nonlogam 170, jika ini berhasil kita targetkan 610 hektare lahan yang kritis bisa hijau kembali. Polanya, misalnya perusahaan dengan luasan 1-25 hektar, itu menghijaukan 1 hektar, kalau keberatan, sampaikan ke kita alasannya, mungkin nanti kita kurangi,” tandasnya. (nov/10)

Related posts