6000 Peserta Berhasil Kumpulkan 4 Ton Sampah

  • Whatsapp

Hasil Penjualan Mencapai Rp 5 juta
Karang Taruna Basel Bersih Pantai

TOBOALI – Sedikitnya 4 ton sampah berhasil dipungut dalam kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kabupaten Bangka Selatan dan Hari Jadi Bangka Selatan (Basel) ke-14 tahun 2017, Minggu (26/2/2017).

Pada HPSN kali ini, mengikutsertakan sebanyak 6274 peserta dari 66 komunitas yang terdaftar. Para peserta ditambah ribuan peserta jalan sehat memungut sampah pada titik yang telah ditentukan. Sampah-sampah yang telah dipilah tersebut dikumpulkan dan dibawa oleh truk pengangkut sampah ke pusat kegiatan di Pantai Laut Nek Aji yang kemudian dijual ke bank sampah.

Sekretaris Panitia HPSN, Nurhayati menyebutkan, dari 4 ton sampah yang berhasil dikumpulkan sekitar 2,5 ton bisa langsung di jual. “Sampah itu sudah dipilah, plastik dan kaleng jika langsung dijual harganya campurnya mencapai Rp 1300 perkilogra, diperkirakan 2,5 ton sampahnya mencapai Rp5 juta, dan rencananya uang tersebut akan dimasukan ke dalam kas untuk kegiatan pengelolaan sampah lainnya,” kata Nurhayati.

Sebelumnya, Begitu tiba di Pantai Laut Nek Aji, Kolaborator HPSN, Ekawati Justiar langsung membacakan deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 yang diikuti seluruh peserta.

Ekawati dalam sambutannya menyebutkan rangkaian HPSN 2017 diawali dengan melaksanakan tiga belas isu. Dimulai dari isu pertama Kepala Dinas Pendidikan yang menginstruksikan agar para siswa dapat mengelola sampah dengan bijak dan dilanjutkan isu kedua, barter sampah dengan susu kedelai.

“Isu ketiga kerja bakti dan daur ulang sampah oleh warga Desa Tukak. Keempat limbah sampah didaur ulang. Kelima diluncurkan program berobat bayar sampah. Keenam dan ketujuh, pembuatan kompos dan penyuluhan. Kedelapan, pengurangan sampah, pembagian tas belanja pengganti kantong. Kesembilan pengelolaan sampah pembagian alat biopori, kepala daerah lebih peduli dengan isu persampahan. Kesebelas peraturan tentang sampah khususnya strategi penegakan. Kedua belas sampah daur ulang solusi sampah unorganik, dan isu ketiga belas isu pembiayaan dengan mengundang para sponsor ikut serta dalam mengelola sampah,” papar Ekawati.

Hanya saja, kata Ekawati, kegiatan ini tidak akan memberikan hasil jika hanya dilakukan seremonial saja. Peringatan HPSN ini hanyalah langkah awal dan pembangun semangat untuk mengatasi masalah sampah di Basel.

“Perilaku hidup sehat akan menjadi penentu, dan saya mengajak seluruh komponen untuk menyukseskan gaya hidup sehat agar bisa menjadi kabupaten yang sehat dan bisa memilah dan mengolah sampah serta yang lebih penting adalah mengurangi sampah, saya harap HPSN ini jadi momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan, ayo ibu-ibu pilah sampah mulai dari rumah, sampah organik jadikan kompos dan anorganik ditabung di bank sampah, mari manfaatkan sampah semaksimal mungkin,” kata Ekawati.

Sementara itu, Bupati Basel Justiar Noer mengharapkan kegiatan HPSN ini terus berkelanjutan dan senantiasa peduli dengan sampah di sekitar. “Mari kita sama-sama mengelola sampah dengan bijak, tidak membuang sampah sembarangan untuk mewujudkan Toboali dan Bangka Selatan bersih, nyaman dan bebas sampah dan pada saatnya dapat menggapai tropi Adipura,” ajak Justiar.

Pada kesempatan itu, Kolaborator HPSN Basel, Ekawati menyerahkan secara simbolis alat biopori kepada para camat di Basel. Ia berharap alat biopori dapat segera dimanfaatkan dengan membuat lubang sedikitnya 10 lubang untuk memasukan sampah organik dirumah.

Fungsinya selain sebagai penyerapan air, sampah organic yang dimasukan ke dalam tanah dapat menyuburkan tanah. Pada kesempatan itu, juga diberikan hadiah kepada komunitas yang berhasil memungut sampah terbanyak yaitu, Juara I SMPN 1 Toboali (319 kilogram), Juara II SMPN 2 Toboali (222 kilogram), Juara III SD Karya (192 kilogram), Juara IV Kelurahan Tanjung Ketapang (138 kilogram) dan Juara IV PPI Basel (134 kilogram). Sementara Juara Pavorit SDN 13 Toboali sebagai pemilah sampah terbaik.

Terpisah, Karang Taruna Basel bersama Komunitas Pemuda Unggul Ketapang (PUKET) menggelar gotong royong dan bersih-bersih Pantai Tanjung Ketapang Toboali.

Ketua Karang Taruna Basel berharap kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat pentingnya lingkungan bersih.

“Kedepan Karang Taruna beserta komunitas PuKet berencan merubah kampung pesisir ketapang yang kumuh, dijadikan kampung tematik biar tampak cantik dan indah. Kita akan coba carikan dana CSR dari perusahan yang aktivitasnya di Basel untuk mendukung pembangunan kampung tematik, sejalan dengan program Pemkab Basel, yang salah satunya pariwisata jadi program unggulan,” pungkas pria yang biasa disapa Abing ini.(raw/3).

Related posts