by

6 Tahun Ananda Idap Hidrosefalus

Ananda Hariadi, bocah berusia enam tahun hanya bisa menyaksikan keramaian dari balik gendongan sang bunda.
Padahal, anak seusianya sudah berlarian kesana kemari dan duduk di bangku sekolah anak usia dini. Tapi tidak dengan Ananda, bocah yang pada bagian kepalanya mengalami pembesaran ini, hanya bisa pasrah dalam gendongan ibunya.
Neneng, sang bunda menuturkan, Ananda mulai mengalami pembesaran kepala sejak usia 3 bulan, setelah itu kepalanya semakin membesar dan hingga saat ini mencapai 60 cm.

“Awalnya lahir normal, kemudian pas tiga bulan mulai membesar kepalanya, saya lupa berapa waktu itu besarnya, tapi sekarang 60 cm dan mudah-mudahan enggak nambah (besar) lagi, karena kan bagian kepala sudah keras hanya bagian atas yang lemah,” tutur Neneng ketika berbincang dengan Rakyat Pos, Kamis (8/11/2018).

Ketika tau kepala anaknya semakin membesar, Neneng pun membawa anaknya ke dokter dan berobat secara tradisional. Namun malang, ketika ditengah kekhawatiran menghadapi anak ketiganya yang sedang sakit, ia malah ditinggalkan oleh suaminya. Hingga akhirnya, sejak saat itu, ibu tiga anak ini menghidupi sendiri kehidupannya.

Neneng mengakui, pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa obat-obatan, susu untuk Ananda, namun tentunya tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, apalagi dua anak Neneng lainnya sudah duduk di bangku SMK dan SMP.

Dia menuturkan, pernah ditawari untuk operasi Ananda, namun ia takut dan khawatir terjadi apa-apa dengan adanya, sehingga akhirnya ia membiarkan anaknya seperti sekarang dan menjalani perawatan biasa. “Orangtua tidak mengizinkan Ananda operasi, saya takut, apalagi dengar kalau akan dipasang selang di kepala, kasian Nanda, itu pasti sakit, jangankan selang di kepala, diinfus saja sakit,” kisahnya.

Neneng dan ketiga anaknya, kini tinggal di kediaman orangtuanya, di RT 9 RW 3, Padang Madura Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang atau tepatnya di belakang rumah dinas Gubernur Babel. “Kalau batuk pilek, demam, saya bawa ke puskemas, tapi kalau enggak ya tidak dirawat, dirumah saja, dia enggak rewel kalau lagi sehat,” ujarnya.

Ananda, hanya menghabiskan waktu di tempat tidur, sesekali dibaringkan dalam ayunan dan jika ingin kemana-mana, digendong oleh Neneng. “Beratnya sekarang 17 kg, lumayan juga kalau digendong, tapi kasian juga kalau dia baring terus, jadi kalau kemana-mana saya gendong, banyak yang tanya capek enggak, capek sih iya, tapi mau gimana lagi, kasian Nanda,” katanya.

Sehari-hari, Nanda hanya mengonsumsi susu dan bubur SUN, karena ia tidak bisa mencerna makanan lain sehingga hanya diberikan bubur oleh ibunya.Kemarin, ketika ditemui di sela gebyar peternak yang digelar Dinas Pertanian Babel, Nanda terlihat senang ketika mendengar lagu-lagu yang dibawakan dalam acara tersebut, ia membuka mulutnya seolah ingin ikut bernyanyi, sesekali ibunya pun menggoyang badan untuk menghibur Ananda.”Kalau dirumah, dia senang dengar lagu, nonton tv,” imbuhnya.

Neneng berharap, anaknya bisa sembuh, meskipun hal ini diakuinya sulit karena apabila harus dioperasi, ia masih ragu.
“Kami iklas dan pasrah aja, semoga Ananda selalu sehat itu saja,” tutupnya. (Nurul Kurniasih)

Comment

BERITA TERBARU