51 Hektar Lahan di Membalong Dijual

  • Whatsapp
ilustrasi
foto ilustrasi

TANJUNGPANDAN – Penjualan lahan kosong di Desa Membalong Kecamatan Membalong seluas 52 hektare sudah sesuai dengan kesepakatan warga.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Desa Membalong Firman kepada Rakyat Pos saat dilakukan konfirmasi.
Menurut Firman, penjualan tanah tersebut sudah melalui musyawarah yang panjang hingga menemui kesepakatan.
“Itukan kita sudah melalui proses panjang musyawarah. Dari awal kan ada investor Mau masuk, jadi mau di jual apa tidak,” kata Kepala Desa Membalong Firman kepada Rakyat Pos, Sabtu (11/01/2020).
Firman mengakui bahwa lahan itu masih kosong sebelum dilakukannya musyawarah. Akhirnya sesuai kesepakatan lahan kosong tersebut diatas namakan milik masyarakat setelah adanya pembeli.
“Iya (lahan kosong). Tapi masyarakat mau jual, atau bapak jumpa masyarakat saja langsung,” ujarnya.
Disamping itu, Riko warga jalan Membalong Desa Membalong yang merupakan salah satu masyarakat memaparkan mengenai lahan yang sudah dijual kepada pengusaha untuk tambak udang tersebut.
Lahan tersebut seluas 52 hektar dan dihargai Rp 75 juta perhektar. Dia pun mengatakan sempat mengikuti musyawarah. Seluruh masyarakat menyetujuinya dan hanya ada empat orang warga yang menentang.
“Semua masyarakat setuju, ada dua ratus lebih kepala keluarga yang memperoleh uang sebesar Rp 15 juta dari penjualan tanah itu,” katanya.
Bahkan, selain itu tokoh-tokoh masyarakat yang sudah tua pun menikmati hasil dari penjualan tanah tersebut.
“Ini memang keinginan masyarakat, orang tua pun masih menikmati. Itukan yang koordinir Rt dengan Kadus. Setelah musyawarah sepakat untuk dijual dan dibuka tambak udang,” jelasnya.
Menurutnya, hal ini tidak perlu dipermasalahkan. Karena hal ini sudah melalui musyawarah yang panjang.
“Sudah tidak ada masalah lagi, kan sudah semuanya sepakat. Kalau empat orang itu orang kaya jadi mungkin tidak perlu uang itu,” pungkasnya. (dod/6)

Related posts