423 Pasukan Kuning Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang menyerahkan kartu Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada sebanyak 423 orang petugas kebersihan atau pasukan kuning, Kamis (7/2/2019). Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu dilakukan langsung Kepala DLH Pangkalpinang, Iwansyah kepada perwakilan pasukan kuning di aula parkir kantor tersebut.

Iwansyah mengatakan keikutsertaan para pasukan kuning ini ke BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai bukti bentuk kepedulian pemerintah terhadap pasukan kuning dan juga sekaligus menepis tanggapan miring masyarakat bahwa pasukan kuning DLH Pangkalpinang tidak dibekali dengan BPJS.

“Sebenarnya keikutsertaan para pasukan kuning ini ke BPJS sudah sejak 2016 lalu. Kemudian kartunya memang dipegang oleh DLH untuk mempermudah proses pengklaiman. Jadi para pekerja tinggal melaporkan kami akan langsung mengurusnya. Tapi dianggap salah oleh oknum yang menyebutkan bahwa BPJS ini tidak disetorkan, makanya hari ini (kemarin-red) kami langsung serahkan langsung kepada para pekerja,”ujar Iwan kepada wartawan.

Menurut dia, pemegang kartu BPJS Ketenagakerjaan tersebut akan mendapatkan dua klausul yaitu klausul kematian dan juga klausul kecelakaan kerja pada waktu bekerja dengan angsuran sebesar Rp 13.689 per bulan.

“Jika nanti ada yang kehilangan kartu BPJS nantinya para pekerja tinggal melaporkan ke kami tapi juga dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian langsung kami ajukan untuk pembuatan kartu yang baru,”jelasnya.

Sedangkan untuk BPJS Kesehatan, diakui Iwansyah, memang saat ini para pekerja mengurusnya ke Dinas Kesehatan ataupun langsung ke kelurahan. Hal ini dikarenakan, daerah belum ada anggaran dan juga nantinya tumpang tindih dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Iwansyah menambahkan pihaknya hingga saat ini masih belum memastikan apakah pembayaran gaji pegawai kebersihan dilakukan secara nontunai melalui bank pada tahun 2019 ini. Untuk perlengkapan dan pembuatan buku rekening katanya, sudah selesai dibuat sejak tahun 2018 lalu terhadap seluruh pasukan kuning yang ada di Kota Pangkalpinang

“Di tahun 2019 ini kami belum mendapatkan kepastian dari bank apakah nantinya pembayaran gaji ini dilakukan secara tunai atau nontunai.Jadi sekarang ada keterlambatan pembayaran gaji untuk bulan Januari ini. Tapi ini sedang menunggu proses dari banknya,”katanya.

Dengan ketersediaan ATM yang terbatas lanjutnya, pihaknya juga telah membuat surat ke Bank Sumsel Babel untuk dapat membuat ATM khusus di Kantor DLH Pangkalpinang agar mempermudah dan memfasilitasi para pasukan kuning ini untuk mengambil gajinya. (bum/10)

Related posts