by

4 Ton Minyak Gas Disita Polisi

Hendak Diselundupkan ke Pulau Pongok
Diduga Dibekingi Aparat Keamanan

TANJUNGPANDAN – Sebanyak 200 jerigen berisi minyak gas dengan berat sekitar empat ton, berhasil diamankan jajaran Polisi Perairan (Polair) Polres Belitung, Selasa (9/1/2018) dini hari. Minyak itu disita, ketika hendak dikirimkan secara ilegal (diselundupkan) dari Pulau Belitung ke Pulau Bangka Provisni Bangka Belitung.
Polisi harus menghentikan kapal pengangkut minyak itu di Batu Dinding, Perairan Selat Nasik Kabupaten Belitung dan menariknya kembali ke Pulau Belitung. Sejatinya minyak tanpa dokumen ini akan dikirim ke Pulau Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.
Kabarnya, barang ilegal itu diambil dari salah satu penjual minyak gas di Tanjungpandan, Belitung dan akan digunakan oleh para pekerja tambang liar di Pulau Pongok. Kini, minyak gas sebanyak itu sudah berada di Mako Polair Polres Belitung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, penangkapan terhadap minyak ini berawal dari polisi mendapat laporan adanya dugaan pengiriman BBM ilegal. Kabar yang diterima, hampir tiap satu minggu sekali para pelaku mengirim minyak itu dari Belitung menuju ke Pongok.
Mendapat laporan itu, jajaran Satpolair Polres Belitung langsung melakukan penyelidikan. Dan saat melakukan patroli laut pada malam hari, dan melintas di lokasi, polisi melihat kapal kayu yang mencurigakan.
Setelah dicek, ternyata kapal perahu tersebut mengangkut ratusan jerigen minyak gas. Dan karena tidak dapat menujukan surat-surat pengangkutan BBM itu, akhirnya kapal beserta kaptennya digiring dari Perairan Selat Nasik menuju Mako Polair Polres Belitung.
Kasat Polair Polres Belitung, AKP Joko Suseno Waluyo membenarkan adanya pengamanan barang bukti dugaan minyak gas yang dilakukan jajarannya. Namun, pria bertubuh gempal ini masih belum mau dikonfirmasi lebih lanjut mengenal hal tersebut.
“Benar. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Joko kepada Rakyat Pos.
Dia mengaku pihaknya akan melaporkan penangkapan barang bukti tersebut terlebih dahulu ke Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana.
Namun beredar kabar, ada oknum-oknum aparat keamanan yang membekingi pengiriman minyak ilegal tersebut. Ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, sayangnya Joko belum menjawab pertanyaan wartawan. (dod/1)

Comment

BERITA TERBARU