4 Pemilik TI di Kaki Bukit Muntai Diciduk

  • Whatsapp


TOBOALI – Kapolres Bangka Selatan AKBP Ferdinand Suwarji memimpin langsung penertiban Tambang Ilegal (TI) di kaki bukit Muntai Parit 9 Desa Keposang Toboali, Senin (13/1/2020). Pada penertiban tersebut sebanyak 4 pemilik diciduk. Mereka adalah DE, JE, AL dan SA. Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Albert Daniel dan Kapolsek Toboali IPTU Yandrie C Akip mengatakan aktivitas penambangan di kaki Bukit Muntai tidak mengantongi izin apapun.

Menurut Kapolres, selain merusak kawasan Hutan Produksi Bukit Muntai, aktivitas tambang illegal ini juga akan menyebabkan kebun warga menjadi rusak. “Kita amankan 4 pemilik tambang illegal, tidak ada izin, lama lama kaki bukit ini akan terkikis, kita lakukan penegakan hukum terhadap aktivitas illegal ini, kita lihat jugadi bawahnya ada kebun lada, karet, ini lama kelamaan limbahnya akan mencemari kebun warga, mari kita jaga alam dan lestarikan jangan dirusak, hari ini BB-nya diamankan dan kemarin 4 pemiliknya sudah diamankan lebih dulu” jelas Ferdinand.

Menurutnya, saat penangkapan pihaknya tidak menemukan aktivitas alat berat. Kedepan, lanjut Kapolres, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov Bangka Belitung dan Pemkab Basel untuk menjaga bersama kawasan tersebut. Selain itu akan lakukan penertiban serta penegakan hukum. “Kita tidak menemukan alat berat di lokasi TI, tetapi terlihat bekas jalan alat beratnya, kita akan bekerja sama dengan Pemprov Babel dan Pemkab Basel menjaga kawasan tersebut,” imbuh Ferdinand.

Dari hasil penertiban tersebut diamankan sejumlah barang bukti 2 (dua) unit mesin 26 merk supra, 1 (satu) unit pompa tanah merk JM, 1 (satu ) unit pompa air merk NS 100, 1 (satu) selang 4 inc merk Seruda, 2 (dua) spiral 4 inc, 1 (satu) pipa 4 inc, 1 (satu) selang monitor 3 inc, 2 (dua) cangkul, 2 (dua) drum plastik warna biru, 2 (dua) drum kaleng. “Keempat pemilik TI yang diamankan terancam pidana melakukan kegiatan pertambangan tanpa ijin usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara” pungkasnya. (raw)

Baca Lainnya

Related posts