4 Korban Tabrakan Kapal belum Ditemukan

  • Whatsapp
Helikopter Polda Babel yang ikut melakukan pencarian terhadap empat korban tabrakan dua kapal di laut Mendanau Belitung, saat berada di Mapolres Belitung, kemarin. (Foto: Dodi Iskandar)

Tim Pencari Gunakan Helikopter

TANJUNGPANDAN – Hilangnya empat awak Kapal Motor (KM) Rezeki Penuh I akibat ditabrak kapal barang KM Melinda di perairan laut Mendanau, Kabupaten Belitung pada Sabtu (10/8/2019), terus menjadi pekerjaan rumah tim penyelamat gabungan.

Bahkan, tim telah meminta bantuan Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) untuk menggunakan helikopter melakukan pencarian korban yang hilang, Senin (12/08/19). Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan empat korban tersebut. Tim baru Menemukan life jaket (pelampung) di sekitar tempat kejadian perkara.

“Sampai hari ini belum ada (korban ditemukan), cuma kemaren, Minggu (11/08/19) kita ada temukan pelampung di dekat TKP itu pelampung (left jaket),” kata Kasubdit Patroli Airud Dit Polairud Polda Babel, AKBP Stevanus Suparsono kepada Rakyat Pos, Senin (12/08/19).

Bersama dengan Tim SAR Gabungan, Direktorat Polair Polda Babel menurutnya akan melakukan pencarian selama tujuh hari hingga sepuluh hari kedepan, sesuai dengan kondisi dan situasi dilapangan. “SOP Basarnas itu tujuh hari, bisa diperpanjang tiga hari sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Stefanus menyebutkan, selain pencarian korban laka laut, dirinya juga diperintahkan untuk melakukan pemantauan titik-titik rawan kebakaran hutan yang ada di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. “Selain giat Sar kita ada pantauan Karhutla, untuk batas waktunya sesuai dengan perintah pimpinan satuan wilayah keperluan sampai berapa lama,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa, pencarian terhadap korban hilang tabrakan kapal laut ini sudah dilakukan sejak awal kejadian laka laut tersebut. Namun penggunaan helikopter barulah dimulai kemarin. “Mulai pencarian menggunakan heli dari hari ini, Senin (12/08/19). Kalau kapal laut sudah dari sejak kejadian, Sabtu (10/08/19) dilakukan pencarian,” ungkapnya lagi.

Sebetulnya, lanjut dia, pencarian menggunakan helikopter ini dilakukan lantaran melihat kondisi cuaca yang dianggap cukup sulit untuk melakukan pencarian. Namun, pencarian tetap dilakukan sesuai dengan titik koordinat berdasarkan data yang telah dimiliki oleh Basarnas.

“Sementara sekarang kita lihat sendiri, permasalahan cuaca, ombak besar dan angin kencang. Untuk titik pencarian sesuai dengan SAR Maps yang kita miliki, sesuai dengan perhitungan cuaca, arus dan angin saat ini,” sebutnya.

Apalagi diakui saat ini, gelombang disekitar tempat kejadian perkara mencapai 1,5 hingga 2 meter. Robber Boat yang dimiliki tim telah menelusuri beberapa wilayah dengan bantuan KPLP wilayah Belitung. “Gelombang saat ini mencapai 1,5 meter sampai 2 meter. Kemaren kita juga menggunakan Robber Boat ditambah dari bantuan KPLP juga,” pungkas AKBP Stevanus.

Kabar terakhir yang diperoleh Rakyat Pos dari sumber terpercaya menyebutkan, pemilik kapal KM Rezeki Penuh I, Trisno yang merupakan warga Jakarta akan mendatangi Polair Polres Belitung, Selasa (13/08/19) hari ini untuk dimintai keterangan. “Besok pemilik kapalnya datang untuk dimintai keterangan oleh Polair Polres Belitung,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui, KM Rezeki Penuh I merupakan kapal ikan atau cumi dengan menggunakan jaring yang biasa disebut Compreng. Menurut keterangan Anak Buah Kapal (ABK) KM Rezeki Penuh I, Aris Kurniadi mereka biasa berlayar untuk mencari ikan dan cumi diperairan Karimata selama tiga bulan. Hasil penangkapan ikan dan cumi tersebut, lantas dibawa kembali ke Pelabuhan Muara Angke Jakarta.

“Kami biasa tiga bulan di laut, dan saya sudah dua kali ikut kapal ini. Biasa dapatnya sekitar 6 kuintal selama tiga bulan di laut itu, ada cumi ada ikan,” kata Aris salah satu ABK yang selamat kepada wartawan harian ini.

Kapal mereka tersebut memiliki bobot 30 gross tone (GT) dan sudah berulang kali mencari ikan dan cumi di perairan seputaran Karimata dengan jaring compreng dan pancing.
Namun kemudisn pada Sabtu (10/08/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 wib, kapal mereka tiba-tiba ditabrak oleh kapal barang di perairan Pulau Mendanau, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Akibat peristiwa itu, empat orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang dan hingga kini masih terus dilakukan pencarian.(dod/1)

Related posts