by

4 Kontainer Surat Suara Tiba di Pangkalpinang

-NEWS-117 views
Ketua KPU Babel, Davitri, diwawancarai wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam semalam. (foto: Roni Bayu)

Dititip di Gudang BJL
Kertas Suara Capres dan DPD Dikirim Hari Ini

PANGKALPINANG – Surat suara untuk Pemilu 2019 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tiba di Pelabuhan Pangkalbalam, Rabu malam (20/3/2019).
Surat suara sebanyak empat kontainer tersebut diangkut menggunakan Kapal Sentosa 207 dari Pelabuhan Tanjung Priok setelah menempuh perjalanan selama 36 jam.
Dari empat kontainer yang ada, hanya tiga jenis surat suara yang datang yakni, surat suara untuk DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi dan surat suara DPR RI. Sedangkan untuk surat DPD RI dan pasangan Capres/Cawapres, akan dikirim hari ini (21/3/2019).
Dari informasi yang dihimpun, surat suara yang datang untuk sementara akan dititipkan terlebih dahulu di gudang Bangka Jaya Line (BJL) dengan penjagaan aparat kepolisian.
“Baru tiga jenis surat suara. Untuk suara yang Belitung, langsung dari Tanjung Priok dikirim ke Belitung. Dan kita sudah koordinasikan dengan KPU Belitung, Bawaslu dan dibantu dengan pihak kepolisian,” kata Ketua KPU Babel Davitri kepada wartawan, di Pelabuhan Pangkalbalam.
Kemudian, lanjut Davitri, surat suara tersebut nantinya akan didistribusikan ke KPU Kabupaten/Kota masing-masing sesuai dengan jumlah DPT + 2 persen di seluruh Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Bangka Belitung.
“Untuk ini, kita sudah berkoordinasi dengan pak Kapolda, Pak Dandrem dan Bawaslu untuk sama-sama mengawasi pendistribusian ini sehingga surat suara itu sampai kepada KPU Kabupaten/Kota masing-masing,” tukasnya
Sebelumnya, menurut Davitri, pihak KPU Provinsi telah menginstruksikan kepada KPU kabupaten/Kota masing-masing agar melakukan penyortiran. Selanjutnya untuk melaporkan kepada KPU Provinsi jika tertulis bila terjadi kerusakan dan kekurangan dalam produksi pengiriman surat suara tersebut.
“Nah, ini kita tidak memiliki waktu banyak lagi, karena kita harus mengejar target untuk pelipatan dan melakukan sortir di setiap Kabupaten/Kota masing-masing,” ujar Davitri.
Selain anggota Polri/TNI turut hadir Danrem 045/Gaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdurrahman, Kabag Ops Polres Pangkalpinang di Pelabuhan Pangkalbalam serta dan anggota KPU Babel, Ketua Bawaslu Babel Edi Irawan berserta anggotanya.

*Jamin Hak Disabilitas
Disisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang menjamin hak suara penyandang disabilitas di Ibukota Provinsi Bangka Belitung, dalam Pemilihan Umum (Pemilu) April mendatang.
Komisioner KPU Pangkalpinang, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Margarita mengatakan jaminan itu bukan isapan jempol belaka sebab KPU telah mempersiapkan langkah untuk menangani hak pilih penyandang disabilitas tersebut, diantaranya sosialisasi yang telah dilakukan ke semua element masyarakat, bahkan telah menyasar ke kalangan penyandang disabilitas.
“Terhitung dan tercatat berdasarkan DPTHP-2 yang sudah di-pleno-kan KPU, ada 280 penyandang disabilitas yang masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap). Hak pilih mereka kami jamin,” ujarnya.
Menurut Margareta, KPU sudah melakukan sosialisasi ke penyandang disabilitas tentang fasilitas-fasilitas yang ada. Kami berharap, para penyandang disabilitas ini paham dan tidak khawatir dengan kondisi masih bisa atau tidak menggunakan hak pilihnya. Negara menjamin hal tersebut. KPU telah mempersiapkannya.
Terkait, mekanisme bagi pemilih penyandang disabilitas dalam melakukan hak pilihnya, Margarita menjelaskan, pendamping yang menemani pemilih ke bilik suara hanya dikhususkan untuk pemilih penyandang disabilitas. “Mereka bisa didamping pihak keluarga atau petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
Menurutnya, sebelum melakukan pendampingan, pendamping tersebut terlebih dahulu mengisi formulir C3 pernyataan untuk menjadi mendamping.
“Untuk akses fasilitas penyandang disabilitas menuju ke TPS, jalan tidak berpasir, tidak bertangga, tidak berlobang, dan jenis fasilitas lainnya juga menyesuaikan dengan jenis disabilitas tersebut,” terangnya.
Dia mencontohkan, seperti tuna netra, diberikan fasilitas alat bantu berupa templet. Untuk yang menggunakan kursi roda juga akan disesuaikan biliknya dengan ketinggiannya, dan fasilitas lainnya. Sementara disabilitas fisik yang tidak ada tangan sama sekali, itu pendamping yang mencoblos sesuai dengan keinginan pemilih.
“Kami pastikan hak mereka terpenuhi dengan kesiapan kami,” tukasnya. (ron/bum/6)

Comment

BERITA TERBARU