4 Bos TI Kaki Bukit Muntai Tersangka

  • Whatsapp
Penertiban tambang ilegal (TI) di kaki bukit Muntai Parit 9 Desa Keposang Toboali, Senin kemarin. (Dedi Irawan)

TOBOALI – Empat orang diduga pemilik TI di kawasan kaki Bukit Muntai Toboali Kabupaten Bangka Selatan resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Keempat tersangka itu adalah Andi Susanto alias Aliong (41) warga Jalan Teladan Baru Toboali, Sailan alias Alit (40) warga Jalan Teladan Toboali, Deni Dermawan alias Ndut (33) warga Jalan Air Medang Toboali, dan Jepri alias Aliung (33) warga Jalan Air Lingga Toboali.
Demikian dikatakan Kapolres Bangka Selatan AKBP Ferdinand Suwarji Selasa (14/1/2019).
Sebelumnya, Kapolres Basel memimpin langsung penertiban Tambang Ilegal (TI) di kaki bukit Muntai Parit 9 Desa Keposang Toboali, Senin (13/1/2020). Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Albert Daniel dan Kapolsek Toboali IPTU Yandrie C Akip mengatakan aktivitas penambangan di kaki Bukit Muntai tidak mengantongi izin apapun.
Menurut Kapolres, selain merusak kawasan Hutan Produksi Bukit Muntai, aktivitas tambang ilegal ini juga akan menyebabkan kebun warga menjadi rusak.
“Kita amankan 4 pemilik tambang ilegal, tidak ada izin, lama lama kaki bukit ini akan terkikis, kita lakukan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal ini, kita lihat juga di bawahnya ada kebun lada, karet, ini lama kelamaan limbahnya akan mencemari kebun warga, mari kita jaga alam dan lestarikan jangan dirusak, hari ini BB-nya diamankan dan kemarin 4 pemiliknya sudah diamankan lebih dulu,” jelas Ferdinand.
Menurutnya, saat penangkapan pihaknya tidak menemukan aktivitas alat berat. Kedepan, lanjut Kapolres, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov Bangka Belitung dan Pemkab Basel untuk menjaga bersama kawasan tersebut. Selain itu akan lakukan penertiban serta penegakan hukum.
“Kita tidak menemukan alat berat di lokasi TI, tetapi terlihat bekas jalan alat beratnya, kita akan bekerja sama dengan Pemprov Babel dan Pemkab Basel menjaga kawasan tersebut,” imbuh Ferdinand.
Dari hasil penertiban tersebut diamankan sejumlah barang bukti 2 (dua) unit mesin 26 merk supra, 1 (satu) unit pompa tanah merk JM, 1 (satu ) unit pompa air merk NS 100, 1 (satu) selang 4 inc merk Seruda, 2 (dua) spiral 4 inc, 1 (satu) pipa 4 inc, 1 (satu) selang monitor 3 inc, 2 (dua) cangkul, 2 (dua) drum plastik warna biru, 2 (dua) drum kaleng.
“Keempat pemilik TI yang diamankan terancam pidana melakukan kegiatan pertambangan tanpa ijin usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” pungkasnya.

*Penambang Bukit Menumbing Kapok

Sementara itu tiga orang pelaku penambangan kawasan Kaki Bukit Menumbing PR (22) warga Desa Tirta Laga Kecamatan Mesuji Kabupaten Tulang Bawang Lampung, DA (42) warga Muntok Bangka Barat, dan SO (43) warga Desa Air Limau Bangka Barat, menyesal dan kapok.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Muhammad Adenan mengatakan dari operasi penambangan ilegal di kaki bukit Menumbing, Rabu (15/1/2020) Tim Gabungan berhasil mengamankan 3 orang pelaku serta menyita sejumlah peralatan tambang.
“Sampai sekarang Sat Reskrim masih melakukan pengembangan serta pemeriksaan terhadap ketiga orang pelaku penambangan ilegal yang diamankan di lokasi HK Kaki Bukit Menumbing,” terang Adenan.
Ia menghimbau tidak ada lagi yang melakukan aktivitas sekitar kawasan hutan konservasi Menumbing. (raw/wan/6)

Baca Lainnya

Related posts