4.398 Siswa SMP di Bangka Ikut UN

  • Whatsapp

11 Sekolah Gelar UNBK

SUNGAILIAT- Sebanyak 4.398 siswa SMP/MTs di Bangka mengikuti Ujian Nasional (UN), Selasa (2/5/2017) . Untuk tahun ini, Kabupaten Bangka menargetkan juara umum dua untuk perolehan nilai UN SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdkbud) Kabupaten Bangka, Padli, mengatakan tahun lalu Bangka meraih peringkat keempat se-Babel.

“Tahun ini target kita juara dua. Tahun kemarin karena siswa kita banyak. Siswa kita kalah dengan Belitung Timur, mereka tidak sampai ribuan. Kita tahun kemarin siswanya sampai lima ribuan, tahun ini empat ribuan,” kata Padli usai memantau pelaksanana UNBK di SMPN 2 Sungailiat, kemarin.

Untuk meraih prestasi, Padli berharap agar guru-guru di sekolah dapat meningkatkan kualitas, tidak hanya kuantitas saja.
Tahun ini, kata Padli, dari 33 sekolah baru 11 sekolah yang melaksanakan UNBK. Namun tahun depan, akan dianggarkan agar semua SMP melaksanakan UNBK.

Kepala SMPN 2 Sungailiat, Amran mengatakan, jauh-jauh hari SMPN 2 Sungailiat sudah mengadakan perencanaan untuk pelaksanaan UNBK. Salah satunya kata dia, antisipasi kekuatan listrik.

“Kita 16.000 watt, kalau dipakai seluruhnya cukup kita takut pemadaman listrik. Kita sudah kerjasama melalui Dikbud dengan PLN yang meyakinkan kita tidak ada pemadaman walaupun itu pemeliharaan untuk wilayah-wilayah yang melaksanakan UNBK,” bebernya.

Yang dikhawatirkan, menurutnya faktor alam. Antisipasinya sekolah mengecas laptop dan menyediakan genset yang dapat dipergunakan paling lama 3 jam. Ditambahkannya, simulasi dilaksanakan satu kali dan kemudian siswa diperkenalkan lewat tayangan saja dan siswa diperlihatkan kondisi ruangan UNBK.

“Anak sudah terbiasa melaksanakan ini. Kita beri CD, mereka pakai laptop. Yang jadi kendala, anak tidak terbiasa pakai mouse” terangnya sambil menuturkan ada 239 siswa di SMPN 2 Sungailiat yang mengikuti UN dengan dibagi dua ruangan, satu ruangan tiga sesi jadi enam sesi.

Lebih lanjut Amran menuturkan, sekolah menargetkan SMPN 2 Sungailiat tercepat dan teratas. Berdasarkan hasil urutan di provinsi, SMPN 2 tahun kemarin diperingkat ke empat.

“Tahun ini paling tidak kita ke empat. Kalau untuk di kabupaten kita pertama. Dan dari try out empat kali, kita tetap diurutan pertama,” pungkasnya.
Dua Siswa SMAN 1 Raih Nilai Sempurna
Sementara itu, kelulusan siswa di SMAN 1 (Smansa) Sungailiat 100 persen. Dua siswa mendapatkan nilai 10 yaitu Tanzil Al Malik dari jurusan IPA pada mata pelajaran matematika dan Dwi Yuliani pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian siswa atas nama Jan Febrian meraih peringkat nilai tertinggi individu se-Babel dengan nilai 380.

Namun tahun ini, kata Kepala Smansa Efri Rantos siswa yang diterima melalui SMPTN sebanyak 52 orang, turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 60 orang.

“Mereka diterima di UBB, Unsri, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jenderal Sudirman dan UIN Sunan Kali Jaga,” kata Efri kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (2/5/2017).

Untuk peringkat UN, dikatakannya, tidak dapat dibandingkan dengan tahun lalu karena ada lima mata pelajaran di UN-kan, sedangkan tahun ini ada empat mata pelajaran.

Peringkat Smansa Sungailiat, lanjut Efri, se-Babel berada diurutan keempat. Untuk juara 1 diperoleh Smansa Tanjung Pandan, kedua SMA Santo Yosef Pangkalpinang dan ketiga Smansa Pangkalpinang.

Koordinator Aparatur Sipil Negara (ASN), Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jabatan Fungsional Umum (JFU) Dinas Pendidikan Provinsi Babel Wilayah Kabupaten Bangka, Darusman Taufik mengatakan yang menentukan kelulusan adalah sekolah masing-masing dan pihaknya sebagai koordinator tidak menerima hasil nilai UNBK.

“Semua lewat MKKS, baik MKKS SMA maupun MKKS SMK. Tanya sama kabid SMA di provinsi. Tidak ada petunjuk untuk kita mantau atau tidak kelulusan ke sekolah-sekolah” tukasnya.

Menurutnya, kemungkinan besar siswa di SMA lulus karena tidak ada guru yang menginginkan siswanya tidak lulus. Kecuali drop out (DO), sudah ada nomornya jadi dikatakan tidak lulus.

Pada kesempatan itu ia menyayangkan jika masih ada siswa coret-coret pakaian menandakan kelulusan karena tidak etis dan tidak zamannya lagi.(snt/10)

Related posts