39 Pejabat Disuruh Lari Demi Jabatan

  • Whatsapp
BACA SUMPAH – Gubernur Babel, Erzaldi Rosman membacakan sumpah pelantikan terhadap 39 pejabat eselon III dan IV yang dilantik kemarin sore di halaman kantor gubernur. Sebelum dilantik, para pejabat itu disuruh berlari dari barisan untuk mendekat ke hadapannya saat dipanggil nama oleh pembawa acara. Nama pejabat yang paling menonjol dicopot dan digeser Erzaldi yakni Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Agus Affandi dan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Subantoro alias Toro. INSERT: Erzaldi menyerahkan berita acara sumpah dan SK pelantikan kepada pejabat usai dilantik. (Foto: Nurul Kurniasih)

Sore, Erzaldi Lantik Pejabat Eselon III dan IV
Agus dan Toro Dinas PU Dicopot

Pangkalpinang – Tindakan tak biasa dan suka meniru kembali dilakukan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan. Kali ini ia meniru Presiden Joko Widodo saat melantik para menteri, dalam pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Jumat sore (7/7/2017).
Jika sebelumnya pelantikan kerap dilakukan di ruangan tertutup, untuk pertama kali pasca dilantik menjadi Gubernur Babel, Erzaldi melantik 39 pejabat eselon pemprov di lapangan upacara kantor gubernur disela apel sore, atau ba’da asar.
Seperti Jokowi, ia menyuruh pejabat yang namanya dipanggil untuk berlari dari barisan menuju tempat pelantikan tepat di depan podium pembina upacara. Tak ayal, para pegawai yang dilantik tergopoh-gopoh berlari ketika pembawa acara memanggil 42 nama pejabat secara bergantian. Namun dari 42 orang yang hendak dilantik, hanya hadir 39 orang, dua diantaranya absen karena dinas luar dan satunya tidak hadir tanpa keterangan.
Erzaldi menegaskan, ia akan melakukan pelantikan secara mendadak, tiba-tiba tanpa konfirmasi terlebih dahulu dan pejabat yang dipanggil harus siap. Jika tidak hadir, ia mengancam pelantikan ditunda hingga enam bulan. Dan bila dalam kurun waktu tersebut ternyata ada pejabat lain yang lebih layak, maka bisa saja diganti kembali.
“Saya pakai cara yang baru, dilakukan mendadak, kapan sempat. Ketika yang dilantik tidak hadir akan diulang paling cepat enam bulan. Ketika masa waktu enam bulan ternyata ada yang lebih baik yang akan ditempatkan dengan terpaksa mungkin tak dapat lagi dilantik seperti jabatan yang pertama dipanggil. Dan yang dipanggil, menyatakan dulu siap, angkat tangan, berdiri di depan, lebih dari enam langkah, lari,” tegasnya memberi instruksi sebelum pelantikan dimulai.
Mantan Bupati Bangka Tengah ini menyebutkan, setelah pelantikan kemarin akan ada lagi pelantikan pejabat baik eselon II dan eselon III maupun IV sesuai dengan pertimbangan Baperjakat.
“Inshaa Allah akan ada lagi, karena sedang diproses. Saya tidak mau bersama Baperjakat nanti cucok cabut (copot-ganti), jadi harus betul-betul diteliti, dan percayalah tidak ada penempatan atas dasar suka tidak suka, saya jaminkan itu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, jangan sekali-kali pejabat untuk bermain mata, atau menyogok untuk mendapatkan sebuah jabatan. Jika ketahuan, ia tak akan menggunakan pejabat tersebut.
“Kalau ada yang terdapat diantara kalian, belum dilantik, mencoba-coba kepada pejabat untuk memberi sesuatu, dua-duanya yang memberi dan yang menerima tidak akan saya pakai,” ingatnya mewanti-wanti.
Erzaldi menegaskan, dalam menilai pegawai dirinya menerapkan sistem kinerja yang menjadi acuan. Kerja tidak saja hanya tenaga, tapi kerja keras harus dilandasi dengan intelektual, spiritual dan hati. Bahkan, pejabat yang nantinya non job juga diminta untuk ditempatkan di BKPSDM untuk dilakukan pembinaan karakter.
“Kalau jauh dari itu (kinerja baik-red) akan segera kita adakan mutasi lagi. Nah kalau orang yang sering dimutasi itu kelewatan, tarok sia dek cucok sini dek cucok (ditempatkan disitu tidak cocok, disini tidak cocok-red), nanti kita beri ruang khusus, kita sekolahkan dulu, sekolah hatinya, intelektualnya, agar berkarakter,” ujarnya.
Dalam menilai pegawai, sambung gubernur, dirinya punya cara tersendiri. Bahkan ada tim yang menilai dan tak diketahui pegawai. Ia menegaskan pegawai tak perlu menghadap ke gubernur untuk mendapatkan sebuah jabatan.
“Selamat yang dilantik, ada yang naik eselon ada yang tetap, syukuri dan jangan sombong, mudah-mudahan amanah,” pesannya.

Enam Jabatan Dilelang
Setelah melantik pejabat eselon III dan IV kemarin, pekan depan enam jabatan eselon II akan dilakukan lelang terbuka. Jabatan yang dilelang ini adalah jabatan yang pejabatnya akan pensiun, maupun mengalami kekosongan jabatan.
“Minggu depan ada enam jabatan yang kita lelang terbuka, melalui seleksi. Bisa bertambah kalau misalnya ada kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang tidak mengikuti prosedural, yang belum memberikan surat teguran (SP) kepada pegawainya,” tegas Erzaldi kepada wartawan usai pelantikan.
Saat didesak jabatan apa saja yang akan dilelang, Erzaldi menyebutkan, diantaranya jabatan Kepala Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan dan pencatatan Sipil, Badan Arsip dan Perpustakaan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Penanggulangan Bencana.
“Satunya masih rahasia,” imbuhnya.
Untuk panitia seleksi, ia mengatakan akan menggunakan lima orang anggota, terdiri dari Sekda dan Kepala BKPSDM, dua orang utusan IPDN dan satu orang unsur akademimisi yang diambil dari Universitas Bangka Belitung (UBB).
“Lelang ini sangat transparan,” janjinya.
Ketika disinggung adanya pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang disebut-sebut sudah dilirik olehnya untuk duduk di jabatan pejabat eselon II, Erzaldi mengatakan siapa saja boleh mengikuti lelang terbuka ini, tak terkecuali dari Bangka Tengah, Pangkalpinang maupun Belitung.
“Saya sudah nyatakan ke para bupati, silahkan pejabat yang berada di kabupaten ketika saya membuka lelang jabatan, silahkan kalau ada pejabat yang mau ikut serta. Keterwakilan kabupaten manapun monggo, Pangkalpinang juga silahkan, saya ingin mereka bisa menjadi perwakilan dari daerah,” tukasnya.
Ia menginginkan, pejabat yang nantinya membantu kepemimpinan selama lima tahun ke depan adalah pejabat mumpuni dibidangnya, berkualitas serta mampu bersaing dan berkompetensi. Karena itu bisa saja pejabat ini diisi oleh pejabat dari berbagai kabupaten dan kota.
Untuk diketahui, nama-nama pejabat eselon III yang dilantik kemarin, diantaranya Rusli yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Publikasi Pengumpulan dan Penyaringan Informasi pada Biro Humas, dilantik menjadi Kepala Bagian Penanganan Fakir Miskin Sosial pada Dinas Sosial. Jabatan Rusli diisi oleh Harpin yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan pada Biro Hukum Setda Pemprov Babel.
Kemudian pada Dinas PU, setidaknya terdapat tiga jabatan kepala bidang yang dilakukan pergeseran. Mulai dari sekretaris, dan dua kabid lainhya, yakni Agus Affandi yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Bina Marga PU dilantik menjadi Kabid Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian. Kabid Sumber Daya Air (SDA) yang sebelumnya dijabat oleh Subantoro, kini digantikan oleh Bariansyah Saputra. Sementara Subantoro alias Toro mengisi jabatan baru sebagai Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kabag Rumah Tangga Biro Umum, Ferdiyan Hermawan Loebis atau yang kerap disapa Bob, kini mengisi jabatan baru sebagai Kepala Bagian Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga menggantikan Zuardi yang dimutasi sebagai Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. (nov/1)

Related posts