31 Maret- 6 April, Pemprov Usulkan Tutup Akses Penerbangan Masuk dan Keluar Babel

  • Whatsapp
Sekda Provinsi Babel, Naziarto

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhirnya mengusulkan kepada pemerintah pusat perihal penutupan sementara akses masuk ke daerah itu pada 31 Maret hingga 6 April 2020 mendatang agar terhindar dari penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Babel, Naziarto menyampaikan dari hasil kesepakatan bersama diambil beberapa kesimpulan dan usulan penutupan sementara ini akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat cq Dirjen Perhubungan Udara dan Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Memang betul masyarakat resah dengan Covid-19 dan rencana penutupan pelabuhan dan bandara ini sebenarnya untuk kebaikan kita semua. Jadi masyarakat jangan resah, kita bukan lockdown tapi penutupan hanya bersifat sementara dan langkah penutupan ini bukan statis tapi dinamis, suatu saat kalau kondisi rill memang benar virus bisa kita cegah penutupan akan kita buka secepatnya,” kata Naziarto kepada wartawan, Kamis sore (26/3/2020).

Dia memastikan, penutupan tersebut tidak dilakukan secara sporadis, tetapi diusulkan bertahap, dimana pada hasil rapat diputuskan ada tanggal 28-30 Maret 2020, hanya akan ada satu penerbangan ke Babel.

Baca Lainnya

Sedangkan dari 31 Maret hingga 6 April 2020 nihil penerbangan. Pada 7 April, katanya, akan melihat situasi dan kondisi selanjutnya, jika memungkinkan bisa saja kembali normal atau tetap ditutup sementara.

“Ini hasil usulan kita ke kementerian, mudah-mudahan disetujui oleh kementerian, kita sudah berusaha, keputusan lebih lanjut ada di Menhub melalui dirjen perhubungan udara dan laut, maka kita akan antisipasi secepatnya mugkin, melalui tindakan cepat ini,” tegasnya.

Terkait pengaturan penerbangan ini, Naziarto menyebutkan, untuk satu kali penebangan pada 28-30 Maret mendatang, kewenangan pihak maskapai untuk mengaturnya, tetapi berpedoman dengan usulan yang akan disampaikan Pemprov Babel.

“Penerbangan diatur oleh internal mereka (maskapai-red), tapi menjadi dasar hukum mengatur kebijakan kita ini, kita akan surati pihak airline untuk atur masuknya penerbangan ke Babel dan Tanjung Pandan,” imbuhnya.

Sementara untuk pelabuhan, dia menegaskan, ditutup untuk angkutan orang, tetapi tetap dibuka untuk angkutan barang dan sembako. “Untuk pelabuhan, angkutan barang pelabuhan laut tidak ditutup secara statis tapi di dinamis, Pengkalbalam dan Tanjung Ru Belitung dibuka untuk barang tapi bukan penumpang,” tukas Naziarto.

Sementara untuk kapal roro dan ASDP di Belinyu dan ASDP di Muntok sampai 27 Maret 2020, lanjut dia, tetap dibuka, karena ada pengangkut kebutuhan pokok juga di pelabuhan tersebut. “Selanjutnya akan diatur sedemikian rupa oleh pihak ASDP supaya arus masuk penumpang yang mengangkut kebutuhan pokok tidak semaksimal tapi kita kurangi,” tandasnya.

Dia menambahkan untuk standar operasional prosedur (SOP) untuk petugas ataupun pengangkut barang akan dipatuhi oleh daerah sesuai instruksi pemerintah pusat. “Setiap petugas yang mengangkut akan dilakukan SOP yang ketat, baik penyemprotan dengan disinfektan maupun pemeriksaan suhu tubuh thermo gun,” tambahnya. (nov)

Related posts