3 Pasien Covid-19 Belitung Sembuh

  • Whatsapp
Juru Bicara GTPPC-19 Babel, Andi Budi Prayitno saat menunjukan data kasus Covid-19 dan jumlah kesembuhan di Babel. Kemarin, tiga pasien Covid-19 asal Kabupaten Belitung sembuh. (Foto: Ist/Nurul Kurniasih)

Tingkat Kesembuhan Babel 82,46 Persen

PANGKALPINANG – Tiga pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung dinyatakan sembuh.

Hal ini disampaikan Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (GTPPC-19 Babel), Andi Budi Prayitno (ABP).
“Tingkat kesembuhan pasien Corona di Babel saat ini 82,46 persen, meskipun demikian kita harus tetap waspada,” kata Andi, Rabu (8/7/2020).

Tiga pasien yang sembuh ini adalah, D-A/Pasien 921, 44 tahun, laki-laki, ODP, beralamat di Jalan Ahmad Yani, Pangkal Lalang, Tanjung Pandan, Belitung. Sejak 22 Mei 2020 sampai dengan 7 Juli 2020 menjalani penanganan di Ruang Isolasi RSUD Marsidi Judono, Tanjung Pandan, Belitung.
Pasien kedua K-U atau pasien nomor 1028, 47 tahun, laki-laki, OTG, beralamat di Jalan Anwar, Lesung Batang, Tanjung Pandan, Belitung. Sejak 4 Juni 2020 sampai dengan 7 Juli 2020 menjalani penanganan di Ruang Isolasi RSUD Marsidi Judono, Tanjung Pandan, Belitung.

Baca Lainnya

“Pasien ini dilakukan 5 kali pemeriksaan swab, tiga pertama hasilnya masih positif, yang keempat dan lima, hasilnya negatif,” tukasnya.
Pasien ketiga, M-D/Pasien 922, 58 tahun, laki-laki, OTG, beralamat di Jalan Aik Ketekok, Lesung Batang, Tanjung Pandan, Belitung. Sejak 28 Mei 2020 sampai dengan 7 Juli 2020 menjalani penanganan di Ruang Isolasi RSUD Marsidi Judono, Tanjung Pandan, Belitung.
ABP menambahkan, meski persentase tingkat bebas Covid-19 kita masih berada dalam tren yang relatif baik yakni di angka 82,46%, namun sejumlah orang yang terpapar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan khususnya dari K-0 (yang notabene merupakan tenaga kesehatan), menunjukkan bahwa transmisi lokal terutama penularan Covid-19 yang bersifat massif tak bisa dianggap sebagai persoalan enteng atau remeh apalagi disepelekan. Setidaknya per hari Selasa 7 Juli 2020, orang yang terpapar Covid-19 dari dan melalui jalur transmisi K-0 sudah mencapai 13 (tiga belas) orang, yang terdiri dari anggota keluarga maupun rekan kerja yang bersangkutan.
“Jumlah kasus kumulatif di Babel tetap 171 kasus karena tidak ada penambahan kasus hari ini, pasien dalam perawatan berkurang 3 menjadi 30 orang, sementara yang sembuh sebanyak 139 orang,” tukasnya.

Jumlah kasus terbanyak di Kabupaten Bangka 58 kasus, menyusul Kota Pangkalpinang 49 kasus, Bangka Barat 22 kasus, Belitung 17 kasus, Bangka Tengah 14 kasus, Bangka Selatan 9 kasus dan Belitung Timur 2 kasus
Sementara data OTG 3.359 (bertambah 7), dalam proses pemantauan 546 (bertambah 6), selesai pemantauan 2.811 (bertambah 1); ODP 1.125 (bertambah 2), dalam proses pemantauan 38, selesai pemantauan 1.085, dan PDP 140 (bertambah 1), dalam proses pengawasan 19, selesai pengawasan 118.
Sebagai bagian dari upaya memantau arus lalu lintas orang yang masuk khususnya maupun yang keluar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama dalam rangka pengendalian kasus untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau kepada setiap orang pelaku perjalanan, baik pengguna moda transportasi laut (penyeberangan) maupun moda transportasi udara (penerbangan), untuk mengunduh aplikasi “PeduliLindungi” di telepon selulernya masing-masing.

Sementara itu, penggunaan aplikasi FightCovid19.id oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini melebur atau bergabung menjadi satu, terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.
“Kepada pelaku perjalanan yang tiba/masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemakaian atau pemasangan gelang pemantauan masih diberlakukan dengan beberapa perubahan dan pengecualian,” imbaunya.
Penanganan pandemi Covid-19, lanjutnya adalah kerja bersama. Oleh sebab itu, penanggulangan bencana nonalam ini musti dilakukan dengan saling bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi. Tanpa itu, upaya kita bersama dalam mengatasi pandemi ini tidak akan berhasil dan maksimal.

Selain komunikasi intens dan koordinasi lintas sektoral khususnya antara Gugus Tugas Kabupaten/Kota dengan Gugus Tugas Provinsi, komitmen Kepala Daerah sebagai pimpinan Gugus Tugas di daerah adalah juga kunci penting dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19.
“Saat ini kita sedang berada di tengah situasi dan fase menuju tatanan kehidupan baru (new normal life) yang produktif dan aman” ujar ABP.

I berharap, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer) terutama di tempat umum, fasilitas publik, dan tempat keramaian, seperti rumah ibadah, kantor, obyek wisata, pasar dan mal atau supermarket; serta mempraktikkan pola atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah salah satu kunci pencegahan agar kita, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat kita, tidak menjadi “carrier/vektor” (pembawa virus atau sumber penular virus) dan bahkan menjadi korban atau orang yang terpapar Covid-19.
“Jaga diri, jaga orang lain. Lindungi diri, lindungi sesama. Saling mengingatkan, saling menguatkan,”pungkasnya.(nov/rls/6)

Related posts