by

25 Napi Narkoba Dipekerjakan Bangun Masjid

PANGKALPINANG- Sebanyak 25 orang narapidana (napi) Lapas Narkotika kelas III Pangkalpinang, dipekerjakan sebagai pekerja untuk membangun masjid di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pangkalpinang.
Napi ini, sedang mengikuti program asimilasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) dengan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Babel.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami memberikan apresiasi luar biasa kepada Gubernur Babel, yang menginisiasi asimilasi napi untuk diperbantukan membangun masjid.

“Hal ini memberikan kesempatan kepada napi untuk berkontribusi terhadap pembangunan. Sehingga kedepanya jika keluar nanti para napi tidak mengulang kejahatan khususnya narkoba,” ujar Sri, usai menghadiri Program Integrasi Asimilasi, Bhakti kepada Negeri Merah Putih Narapidana, kerja sama dengan Pemprov Babel, Selasa (10/7/2018).

Ia menyebutkan, hal ini baru pertama di Indonesia, dimana warga binaan yang mendapatkan program asimilasi dilibatkan dalam pembangunan masjid. “Kerja sama bersama Pemprov Babel ini sebagai wujud bakti kepada negeri merah putih,” imbuhnya.

Sri berharap, setelah napi keluar nanti, mereka memiliki ketrampilan dan tidak akan mengulangi kejahatan narkoba lagi.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan ide ini berawal dari pertemuan kecil agar dapat memberdayakan warga binaan khususnya di Lapas Narkotika.

“Kita ingin mereka yang di dalam lapas dapat bangkit lagi, kembali hidup normal dan kegiatan ini in sya allah akan terus berlanjut,” tegas Erzaldi.

Dia meminta kepada 25 napi yang dilibatkan dalam pembangunan masjid tersebut untuk dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan dan bekerja sungguh-sungguh membangun tempat ibadah ini. “Ingat jaga kepercayaan saya ini,”pesan gubernur.

Kasubsi Pembinaan Lapas Narkotika, Ade Saputra mengatakan, ke-25 napi narkotika kelas 3 Pangkalpinang yang dilibatkan dalam pembangunan tersebut tentunya harus yang sudah mendapatkan asimilasi.

Syarat asimilasi, kata dia diantaranya menjalankan hukuman 2/3, berkelakuan baik, jaminan keluarga dan atas permintaan pihak ketiga.

“Nanti kalau semua itu sudah terpenuhi, baru dilakukan sidang TPP, lalu disampaikan ke Linmas Balai, setelah semua lengkap dari Lapas baru lah di kirim ke kita di Kanwil dan akan kita teruskan ke pusat untuk di keluarkan SK,” bebernya.

Lapas, tegasnya, tetap mengawasi napi yang mengikuti asimilasi ini, agar tidak ada napi yang kabur saat mengikuti asimilasi. (nov/10)

Comment

BERITA TERBARU