24 Relawan Babel Bantu Korban Banjir Banten

  • Whatsapp
Pelepasan tim kemanusiaan dari Pemprov Babel, PT Timah dan Babel Peduli untuk aksi kemanusiaan membantu proses evakuasi dan recovery korban banjir di Desa Sajira Mekar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.(foto: istimewa)

PANGKALPINANG – Sebanyak 24 orang personel tim kemanusiaan dari Pemprov Babel, PT Timah dan Babel Peduli dikirim untuk aksi kemanusiaan membantu proses evakuasi dan recovery korban banjir di Desa Sajira Mekar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Kalakhar BPBD Babel, Mikron Antariksa menyebutkan tim ini merupakan personel tangguh yang tanggap terhadap kondisi darurat dan bencana. Selain itu, kata dia, mereka adalah orang-orang yang sudah terlatih.

Muat Lebih

“Mereka akan turun ke lapangan selama 10 hari dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana, mudah-mudahan keberadaan relawan ini sangat membantu disana,” kata Mikron saat pelepasan tim kemanusiaan, Kamis (16/1/2020).

Tak hanya mengirimkan personel, tim ini juga membawa sejumlah bantuan untuk korban banjir, baik uang sumbangan dari penggalangan dana yang telah dilakukan, dua truk sembako dan peralatan-peralatan untuk membantu penyelamatan.

Tim tersebut, kata Mikron, juga akan melaksanakan tugas merehabilitasi dan membangun kembali pondok pesantren yang hancur karena dampak bencana banjir yang melanda.

“Untuk pembangunan pondok pesantren ini, kita (pemerintah provinsi-red) bekerja sama dengan PT Timah dan kawan-kawan ERG, karena pesantren disana juga rusak parah,” kata mantan kepala Dinas Sosial Pemkot Pangkalpinang ini.

Selain pemberian uang dan pembangunan kembali pondok pesantren, kata Mikron, pemerintah provinsi bersama Tim Kemanusiaan Babel Peduli juga memberikan bantuan psikososial. Bantuan psikososial ini, diperlukan bagi para penyintas (korban yang selamat) pasca bencana.

“Psikososial ini penting, karena bertujuan membantu menstabilkan emosi para penyintas dan terus membangkitkan semangat hidup dalam situasi yang berbeda. Mereka pasti trauma dan merasa kehilangan, makanya perlu pendampingan sosial,” ulasnya.

Mikron juga meminta dukungan doa masyarakat Babel, agar relawan yang diberangkatkan diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan aksi kemanusiaan ini. (nov/10)

Pos terkait