24 Koperasi Basel Tidak Aktif

  • Whatsapp

Akan Verifikasi Ulang Koperasi

TOBOALI – Sebanyak 24 koperasi dalam wilayah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dinilai tidak aktif.

Kepala Bidang Koperasi, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan Mulayana mengatakan, jika memang dinilai tidak bisa dilakukan pembinaan lagi, maka koperasi tersebut terancam dibubarkan.

Hanya saja, sebelum pembubaran koperasi yang tidak aktif tersebut, akan dilakukan pelatihan akuntansi bagi koperasi pada 25 April 2017 mendatang. Demikian dikatakannya kepada wartawan Selasa (25/4/2017).

Menurutnya, berdasakan pendataan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Perdagangan sebanyak 75 koperasi masih aktif. Sedangkanya sisanya 24 tidak aktif.

“Makanya, sebelum dibubarkan akan kita lakukan pembinaan terlebih dahulu khususnya kepada koperasi yang tidak aktif agar jangan sampai ada koperasi yang dibubarkan,” ungkapnya.

Dikatakan mantan Kabid Peternakan ini, koperasi yang tidak aktif tersebut tidak pernah lagi melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Untuk itu, pihaknya akan memverifikasi ulang koperasi tersebut apakah masih memiliki potensi untuk kembali aktif atau terpaksa harus dibubarkan.

“Jadi, pembubaran koperasi yang tidak aktif itu adalah untuk pelaksanaan reformasi koperasi secara total, sehingga koperasi di Basel kedepanya lebih berkualitas, dan agar koperasi mampu menunjukan kemandirian serta mempunyai daya saing yang lebih tinggi. Harapannya koperasi menjadi lembaga ekonomi yang kuat,” imbuhnya.

Mulyana menambahkan, nantinya pelatihan koperasi tersebut sekaligus juga dalam rangka pendataan dan penataan koperasi yang tujuanya agar diperoleh data koperasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga koperasi lebih berkualitas.
“Harapanya dengan pelatihan hari Selasa ini (kemarin-red), bisa mengaktifkan kembali koperasi – koperasi yang masih ada potensialnya, karena Kementerian Koperasi sebenarnya sangat mendorong keberadaan koperasi di daerah untuk meningkatkan pembentukan koperasi,” pungkas Mulyana.(raw/3).

Related posts