22.261 Siswa SMP/MTs UNBK, Puluhan Sekolah Masih Menumpang

  • Whatsapp

Pangkalpinang – Mulai hari ini (Senin-red) hingga 25 April 2019 mendatang, sebanyak 22.261 siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di provinsi Bangka Belitung (Babel), mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan di sejumlah 255 lokasi, dengan melibatkan 179 SMP/MTs, 46 SMA/MA, dan 28 SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M. Soleh mengatakan, UNBK ini dilaksanakan di SMP dan MTs, dan menumpang di beberapa sekolah, baik SMA dan SMK yang memiliki peralatan komputer.
Peserta UNBK, terdiri dari siswa SMP sebanyak 19.430 orang, MTs 2.831 orang, dan total
SMP/MTs 22.261 siswa.
“Total Sekolah/Madrasah UNBK untuk
SMP 209 sekolah, dan MTs 46 sekolah, 155 SMP dan 27 MTs melaksanakan UNBK secara mandiri, sedangkan 65 SMP dan 19 MTs menumpang,” ujar Soleh, Minggu sore.
Untuk melaksanakan UNBK ini, terdapat 49 lokasi SMA/MA/SMK yang ditumpangi, dan lokasi SMP/MTs ditumpangi 8 sekolah.
Soleh merinci, untuk kota Pangkalpinang, jumlah SMP Pelaksana UNBK 24 sekolah, dengan jumlah peserta 3.147 orang, server SMP yang digunakan: 42, dan jumlah client SMP yang digunakan 1.283.
Sedangkan untuk jumlah MTs Pelaksana UNBK: 3 sekolah, dengan peserta MTs UNBK: 335.
Untuk di Kabupaten Bangka, jumlah SMP Pelaksana UNBK: 23 sekolah dengan peserta SMP UNBK: 4236, sedangkan jumlah MTs Pelaksana UNBK: 8 sekolah, peserta MTs UNBK: 916 orang.
“Di Bangka, jumlah SMP/MTs Menumpang UNBK di SMA/MA/SMK: 29 yang menumpang di 6 SMK, 8 SMA, dan 2 MA,” imbuhnya.
“Kemudian ada dua SMP yang ditumpangi yakni SMP 2 Pemali, dan MTS Nurul Hikmah Kapuk,” tambahnya.
Di Bangka Barat, UNBK SMP dilaksanakan di 34 sekolah dengan jumlah peserta SMP UNBK: 2463. Jumlah Server SMP yang digunakan: 41, dan jumlah client SMP yang digunakan: 1028
MTs Pelaksana UNBK 11 sekolah, dengan peserta MTs UNBK 610 siswa. SMP/MTs Menumpang UNBK di SMA/MA/SMK: 11.
Bangka Tengah jumlah SMP Pelaksana UNBK: 23 aekolah, peserta SMP UNBK: 2522 orang, MTs Pelaksana UNBK: 5 sekokah, dengan peserta MTs UNBK: 419 orang.
Bangka Selatan, jumlah SMP Pelaksana UNBK: 32 sekokah, peserta SMP UNBK: 2681, sedangkan MTs Pelaksana UNBK: 6 sekolah dengan peserta MTs UNBK: 208 peserta.
Jumlah SMP/MTs Menumpang UNBK di SMA/MA/SMK: 14. Yakni di SMK negeri 1 Toboali, dan
SMK negeri 1 Simpang Rimba, SMA yang ditumpangi di 7 SMA; dan 1 MA.
Di Belitung, SMP UNBK: 29 sekolah dengan peserta SMP UNBK: 2639, jumlah MTs Pelaksana UNBK: 3 sekolah, peserta 147.
Belitung Timur, jumlah SMP Pelaksana UNBK: 23 sekolah, Dengan peserta SMP UNBK: 1742 siswa, MTs Pelaksana UNBK: 2, peserta 196 orang.
“Total Server yang digunakan untuk
SMP: 228 server dan 6934 client; MTs: 40 server dan 955 client, menumpang: 107 server dan 3453 client, total SMP/MTs: 375 server dan 11342 client,” bebernya.
Soleh berharap, pelaksanaan UNBK ini berjalan lancar dan tanpa hambatan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait lainnya.

Siswa SMP Basel Siap

Sementara sebanyak 2887 siswa SMP/Mts se Bangka Selatan siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer yang digelar mulai Senin (22/4/2019) sampai dengan Kamis (24/4/2019) mendatang.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan Ramdani mengungkapkan pihaknya siap menjalankan UNBK. Menurutnya, sebanyak 2.887 peserta terdiri dari 23 sekolah kurikulum mandiri dan 15 sekolah yang UNBKnya masih menumpang ke sekolah lainnya karena belum lengkap fasilitas komputernya. Dari 38 sekolah yang mengikuti UNBK ini 27 sekolah masih menggunakan kurikulum 2006 dan sisanya 11 sekolah telah menerapkan kurikulum 2013.
“Ada 2887 siswa yang akan mengikuti UNBK besok (hari ini-red), total 38 sekolah SMP/Mts, 23 kurikulum mandiri dan 15 sekolah masih UNBK menumpang ke sekolah lain, karena belum ada fasilitas komputer,” jelas Ramdani Minggu (21/4/2019). Ia menjelaskan, 38 sekolah yang akan mengikuti UNBK baik negeri maupun swasta akan berlangsung selama empat hari yaitu hari Senin, mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa Matematika,Rabu Bahasa Inggris dan Kamis dengan matapelajaran IPA.
“UNBK ini sudah siap 100 persen menggunakan sistim berbasis komputer, dan tidak ada masalah, untuk sekolah yang belum mempunyai fasilitasi komputer nantinya, secara bertahap pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan kelengkapan komputer bagi serkolah swasta dan negeri untuk tingkat SMP” imbuhnya. Ramdani menambahkan menghadapi UNBK ini, pihaknya sudah mengantisipasi pasokan aliran listrik agar tidak terjadi pemadaman yang akan menganggu peserta UNBK.
“Kita sudah sampaikan kepada PLN agar kondisi listrik harus dipersiapkan agar tidak terjadi gangguan saat UNBK, kita harapkan seluruh siswa siap menghadapi UNBK, dan mampu meraih nilai yang maskimal tentunya, UNBK tentu sebagai alat ukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan,” pungkasnya. (nov/raw/6)

Related posts