2020, BEI Targetkan 9.000 Investor Saham

  • Whatsapp
Kepala BEI Pangkalpinang, Yoseph Kaburuan

PANGKALPINANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan investor saham di Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebanyak 9.000 investor. Dengan jumlah tersebut, ada peningkatan sekitar 4.000 investor dari jumlah yang sudah ada saat ini.

“Setiap tahun terjadi peningkatan, dimulai dari tahun 2017 tercatat sebanyak 2.193 investor, meningkat menjadi 3.479 pada tahun 2018, dan pada tahun 2019 sudah meningkat menjadi 5.253 investor. Tahun 2020 ditargetkan menjadi 9.253 investor,” kata Kepala BEI Pangkalpinang, Yoseph Kaburuan dalam workshop wartawan, Selasa (25/2/2020).

Read More

BEI, lanjutnya, melajukan berbagai sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi mengenai menabung saham ini, bahkan saat ini terdapat tujuh galeri investasi yang sudah ada di Babel.

“Galeri investasi ini hadir di kampus dan juga kafe, yang menjadi daya tarik bagi calon investor, seperti di Atma Luhur, STIE Pertiba, Joy Kopitiam, Akademi Manajemen Belitung, STIE IBEK, UBB dan IAIN SAS,” ulasnya.

Sosialisasi ini, bisa dilakukan dengan sekolah pasar modal, forum calon investor, edukasi publik, bahkan hingga menggelar pameran di pusat keramaian dan investival, dan juga investor gathering.

BEI, menyasar kaum milenial yang ada di kampus, untuk beralih menabung saham dan mendapatkan keuntungan dari investasi saham tersebut. Tak hanya itu, animo para mahasiswa untuk menjadi investor di perusahaan buang go publik juga sangat besar.

“Di Babel sudah ada tujuh anggota bursa, diantaranya ada IPOT, Philips Sekuritas, FAC Sekuritas, Maybank, Phintraco Sekuritas, RHB dan MNC Sekuritas,” bebernya.

Sementara Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho mengatakan, kinerja industri pasar modal se-Sumbagsel Babel tahun 2019 dinilai baik, tercermin dari meningkatnya jumlah investor di pasar modal yaitu secara keseluruhan tumbuh 80,93 % menjadi 119.966 rekening SID.

“Dari sisi nilai transaksi, transaksi saham tumbuh 36,65% (yoy) sedangkan transaksi reksadana sedikit menurun 21,29% (yoy),” katanya.

Sedangkan jumlah kantor Lembaga Jasa Keuangan (LJK) se-Sumbagsel Babel pada akhir tahun 2019 tercatat sebanyak 128 entitas yang berkantor pusat di daerah. Jumlah jaringan kantor seluruhnya sebanyak 3.863 kantor, tersebar di lima provinsi, terdiri dari perbankan 2.481 kantor, IKNB 1.200 kantor dan pasar modal sebanyak 182 kantor. (nov/10)

Related posts