2019, Kasus DBD di Bangka Selatan Meningkat

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi.

TOBOALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu pada 2019 mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

“Pada tahun 2019 lalu kasus DBD terdata sebanyak 60 kasus, dan jika dibandingkan tahun 2018 jumlah penderita meningkat sebanyak 27 kasus dari sebelumnya hanya 33 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi Senin (20/1/2020).

Muat Lebih

Menurutnya, dari 60 kasus DBD yang terjadi sepanjang 2019 ini tersebar di enam kecamatan yang ada di Bangka Selatan. “Kasus DBD yang terjadi tahun 2019 ini, tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Toboali sebanyak 21 kasus, Air Gegas 19 kasus, Payung 10 kasus, Simpang Rimba 7 kasus dan Kecamatan Tukak Sadai 1 kasus serta Pulau Besar 1 kasus,” papar Supriyadi.

Dan dari 60 kasus DBD yang terjadi tersebut ada satu orang penderita yang meninggal dunia, yakni di Kecamatan Toboali.

“Untuk penderita yang meninggal dunia tahun 2019 ada satu orang di wilayah Kecamatan Toboali, sedangkan tahun 2018 tidak ada penderita yang meninggal dunia, ” jelasnya.

Tahun 2020, untuk menekan DBD pihaknya akan mengoptimalkan penyuluhan dan menggalakan pemberantasan sarang nyamuk di Bangka Selatan serta menganjurkan masyarakat menggalakkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.

“Pola pemberantasan sarang nyamuk dengan cara mengajak masyarakat membuang jentik nyamuk yang ada di rumah maupun di luar rumah terutama di bak penampungan air dengan sistem 3M terutama di musim pancaroba seperti saat ini,” katanya.

25 Ribu PBI Bagi Warga Kurang Mampu

Sementara itu, Pemkab Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menganggarkan sebanyak 25 Ribu Penerima Bantuan Iuran (PBI) tahun 2020 guna mengcover iuran BPJS kesehatan bagi warga kurang mampu di Basel.

Hal itu disampaikan Kepala DKPPKB Basel, Supriyadi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/1/2020). “Kemarin sudah di hitung-hitung dengan kondisi kenaikan iuran BPJS kesehatan sebesar Rp42.000 dan kita sudah menganggarkan sebanyak 25 ribu PBI,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, masih ada sekitar 600-an kuota untuk penerimaan peserta baru, sedangkan sisanya merupakan peserta yang telah terdata pada tahun sebelumnya.

“Untuk menentukan siapa saja yang layak mendapatkan PBI, itu wewenangnya Dinsos yang memverifikasi datanya, layak atau tidak, kita menyalurkan sesuai data dari Dinsos,” pungkasnya. (raw/3)

Pos terkait