by

2018, Tujuh Personel Polda di PTDH

Kasus OTT Pelindo Bukan Tindak Pidana

PANGKALPINANG – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Istiono menyebut, sebanyak tujuh personel Polda yang akan dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) selama kurun waktu 2018.
“Personel kita yang di PTDH pada 2018 ini ada 7 orang. Ini mungkin masih menyusul lagi,” ungkap Kapolda dalam konferensi pers akhir tahun 2018 di Gazebo Polda Babel, Jumat (28/12/2018).
Dijelaskannya, jenis pelanggaran disiplin anggota yang melakukan tindak pidana selama periode 2018 berjumlah 103 orang, sedangkan kode etik profesi 24 personel dan tindak pidana ada 4 kasus.
“Ini drastis mengalami penurunan ditindak pidananya dari 2017 berjumlah 8 dan sekarang ini hanya 4 kasus. Indisipliner juga mengalami penurunan dari 152 pada 2017 menjadi 103,” urainya.
Lebih lanjut Istiono mengulas, anggota yang melakukan pelanggaran kode etik profesi pada 2018 ini mengalami penurunan dibandingkan pada 2017 silam.
“Untuk kode etik protasi, juga mengalami penurunan pada 2017 ini berjumlah 30 kasus dan sekarang hanya 24 kasus,” sebutnya.
Untuk itu, dia mengucapkan terimakasih kepada awak media yang secara kritis menyoroti kinerja kepolisian dalam menyelesaikan tindak pidana selama 2018.
“Ini yang sebetulnya merisaukan saya atas kinerja internal kita dan ini bagian dari PR (Pekerjaan Rumah) saya untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian kasus secara optimal. Ini 54 persen sangat rendah sekali dalam penyelesaian tindak pidana, tidak memuaskan,” keluhnya.
Semestinya, penyidik lebih kerja keras dan tidak boleh berleha-leha, juga lebih profesional lagi dalam menyelesaikan suatu tindak pidana.
“Nanti, saya mau lihat apa saja kendalanya, masalahnya apa sih kok setiap tahun hanya jumlahnya berkisar begitu saja. Bukan tahun ini saja, 2017 juga segitu-gitu aja,” katanya.
Oleh karena itu, dirinya akan mengambil langkah perubahan penindakan kepada personel dalam penyelesaian tindak pidana.
“Salah satunya kita akan menambah jam kerja harus ada paket-paket yang diselesaikan. Kita akan membuat langkah-langkah terobosan untuk menyelesaikan kasus ini bersama-sama,” pungkas Kapolda.

*Kasus OTT Pelindo Dihentikan
Disisi lain, Kapolda melalui Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus), AKBP Indra Krismayadi mengungkapkan, hanya satu kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang terpaksa dihentikan atau SP3 selama 2018.
“Jadi, untuk tipikor hanya satu kasus yang di SP3 selama 2018, yaitu OTT Pelindo karena rekomendasi jaksa bukan tindak pidana,” tandasnya. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU