2017, Peserta KB Aktif Ditarget 65,57 Persen

  • Whatsapp
Temu Media- BKKBN Babel menggelar acara temu media di kantor BKKBN Babel, Air Itam, Kamis. (Rakyat Pos/Yanti)

Banyak PUS Belum Tau Alat Kontrasepsi

PANGKALPINANG- Meskipun sudah jor-joran melakukan sosialisasi dan upaya dalam menangani masalah kelahiran dan Keluarga Berencana (KB), namun masih banyak pasangan usia subur di Bangka Belitung (Babel) yang belum mengetahui alat kontrasepsi dan cara menggunakannya.

Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BBKBN Babel, Mediheryanto mengatakan, untuk pasangan usia subur di Babel tercatat sebanyak 200.000-an, namun yang baru mengetahui alat dan cara kontrasepsi masih sangat sedikit.

“Kita akan berupaya meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur tentang semua metode kontrasepsi, dari dua ratusan ribu pasangan usia subur kita targetkan 48,4 persen mengetahui tentang tujuh alat kontrasepsi yang ada, semua harus tau, makanya kita upayakan peningkatan sosialisasi melalui media dan lainnya,” kata Medi, dalam acara temu media di Babel, Kamis (19/1/2017).

BKKBN, sambungnya, akan berupaya meningkatkan pencapaian peserta KB aktif yang menggunakan metode kontrasepsi modern dan ditargetkan di 2017 mencapai 65,57 persen.

“Kami juga berupaya meningkatkan pencapaian peserta KB aktif yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), karena masih banyak yang belum mau menggunakan MKJP ini, kita targetkan 2017 mencapai 10,24 persen,” bebernya.

Dengan banyaknya pasangan usia subur yang belum mengetahui mengenai alat kontrasepsi ini, pada akhirnya meningkatkan angka kelahiran di Babel. Medi berharap, angka kelahiran pada usia remaja 15-19 tahun bisa menurun.

“Selain menurunkan angka kelahiran di usia remaja, kita juga berupaya menurunkan angka kelahiran pada usia 20-34 tahun, memang sebetulnya usia terbaik melahirkan itu 20-30 tahun, nah ini yang berusaha kita turunkan, sehingga kesejahteraan keluarga dapat lebih meningkat,” tandasnya.

Medi melanjutkan, yang banyak ber-KB adalah pasangan yang sebetulnya pasangan yang masuk kelompok tua, pada kelompok usia 35-49 tahun.

“Sementara yang produktif banyak yang belum pake, makanya TRF kita mengalami kenaikan, kelompok ini sudah terlanjur punya anak banyak, makanya ber-KB, ini gak pengaruh pada angka kelahiran, makanya sasaran kita adalah kelompok 20-35 tahun,” tandasnya.

47 Kampung KB Baru
Medi menambahkan BKKBN Babel juga menargetkan dibentuk 47 kampung KB baru di Provinsi Serumpun Sebalai. Saat ini di Babel sudah memiliki 7 kampung KB, diharapkan kampung KB ini terus berkembang dan masing-masing kecamatan akan dibentuk satu kampung KB.

“Kampung KB ini adalah satu wilayah setingkat desa/kelurahan yang memiliki kriteria tetentu, untuk digarap program secara terpadu, bukan hanya program tentang KB saja tetapi program pembangunan sektor lain, kesehatan lingkungan, perumahan pemukiman, semua digarap disitu, disesuaikan dengan persoalan yang masih perlu diintervensi di masing-masing desa,” katanya.

Ia menyebutkan, tujuan kampung KB ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terjait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Dasar pembentukan kampung KB ini adalah perintah langsung Presiden RI kepada Kepala BKKBN, kemudian keluarnya SE Mendagri, dan diteruskan dengan surat Gubernur Babel.

“Target pembentukan kampung KB pada 2016 lalu, satu kabupaten/kota satu kampung KB, sehingga kita baru punya 7, dan tahun ini satu kecamatan harus ada satu kampung KB, terbentuknya kampung KB ini tentunya ada kriteria yang ditetapkan, ” imbuhnya.

Medi membeberkan, untuk menentukan suatu desa dijadikan kampung KB, memiliki kriteria, diantaranya adalah wilayah kumuh, pesisir/nelayan, kawasan miskin termasuk perkotaan, wilayah tertinggal/perbatasan, dan daerah aliran sungai (DAS).

“Kemudian ada kriteria khusus, misalkan banyak anak yang belum memiliki akte kelahiran, banyak keluarga yang belum punya kartu keluarga, kemudian jumlah pasangan usia subur (PUS) yang menjadi peserta KB kurang dari 50 persen, masih sedikih jumlah peserta KB pria, dan kriteria khusus lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kampung KB di Babel, di Kelurahan Tua Tunu Indah (Pangkalpinang) , Desa Kota Kapur (Bangka), Desa Paradong (Bangka Barat), Desa Belimbing (Bangka Tengah), Desa Kepo (Bangka Selatan), Desa Lassar (Belitung), Desa Senyubuk (Belitung Timur).

“Perkembangan kampung KB ini selalu dilaporkan ke Presiden, karena beliau ingin mengetahui perkembangan kampung KB ini, ” demikian Medi. (nov/10)

Related posts