2014, Aset Perbankan Syari’ah Diprediksi Rp240 Triliun

SUNGAILIAT – Market share perbankan syariah diakhir tahun 2014 mendapat dapat mencapai 6,25 %, dengan prediksi aset mencapai Rp312 triliun, dana masyarakat mencapai Rp233 triliun dan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 240 triliun.

Prediksi itu, dikemukakan Syahril T. Alam selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) saat membuka acara Sosialisasi Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PAPSI BPRS), Kamis (13/3/2014) di Parai Beach Resort.
Dikatakannya, pada tahun 2013 aset Rp 235 triliun, 2014 Rp312 triliun, dengan proyeksi pertumbuhan 33 %. Dana masyarakat Rp185 triliun, di tahun 2014 Rp 233 triliun, proyeksi pertumbuhannya 26 %, untuk pembiayaan Rp 178 triliun, proyeksi pertumbuhannya 35 % atau Rp 240 triliun di tahun 2014.
Faktor penunjang pertumbuhannya, menurut Syahril, antara lain sesuai prakiraan ekonomi Indonesia tahun 2014 akan membaik, rencana Kementerian BUMN untuk mendirikan BUMN syariah, rencana Kementerian Agama untuk merealisasikan pengalihan sebagian besar dana haji ke Bank Syariah dan digaungkannya GRES secara nasional yang berdampak pada sinergi sektoral dan naiknya minat masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan syariah.
“Asbisindo mengadakan sosialisasi PAPSI BPRS khususnya yang terkait tentang perlakuan akuntansi transaksi murabahah pada BPRS yang sudah mulai berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2014 lalu, berdasarkan surat Bank Indonesia tentang pemberlakuan akuntansi transaksi murabahah pada BPRS,” jelas Syahril.
Pada sosialisasi yang diikuti Direksi BPRS dari berbagai daerah di Indonesia ini, menghadirkan instruktur dari Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Yakub dan Ahmad Mujahid, salah seorang tim penyusun PAPSI BPRS yang juga praktisi perbankan syariah.
“Diharapkan dengan adanya Sosialisasi PAPSI BPRS ini, dapat lebih memahami isi dan kandungan PAPSI BPRS secara mendalam, sehingga PAPSI BPRS tersebut dapat diimplementasikan secara benar di BPRS seluruh Indonesia,” pungkasnya.(snt/3).