20 Tahun Nelayan Lepar Dihantui Jaring Trawl

  • Whatsapp
Dialog Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dengan perwakilan nelayan, tokoh agama di Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok, Rabu (11/12/2019).
(foto: Dedy Irawan)

LEPARPONGOK– Puluhan tahun nelayan Lepar Pongok dihantui kapal trawl. Akibat jaring trawl ini membuat nelayan jaring kepiting, jaring ikang serta nelaya bubu dan bagan merugi. Bahkan dalam satu hari nelayan bisa rugi mencapai Rp 6 juta akibat jaring yang hilang serta rusak. Kejadian ini hampir terjadi setiap hari.

Demikian dikatakan perwakilan nelayan, Samsul Bahri serta tokoh agama Ruston saat kunjungan kerja Gubernur Babel, Erzaldi Rosman ke Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga

“Kejadian ini telah berulang ulang dalam puluhan tahun ini, jaring nelayan hilang, jaring itu harganya Rp 6 juta, kita minta ganti, hanya diganti Rp 1 juta atau 2 juta, tetap kita rugi, dulu pernah ada kesepakatan lima desa tidak boleh ada trawl, nelayan trawl pernah diamankan dan dihukum, tetapi sekarang kembali beroperasi,” kata Samsul.

Dia berharap pengaduan tentang keresahan nelayan terhadap aktivitas kapal trawl tersebut kepada Gubernur Babel, Erzaldi Rosman adalah yang terakhir dan dapat dilakukan tindak lanjut. “Jangan lagi ada trawl di Tanjung Sangkar dan Kumbung,” ungkapnya.

Sementara itu, Yudi nelayan bagan juga mengeluhkan akibat trawl air jadi keruh dan hasil ikan pun tidak ada. “Kita ini mau diganti apa, hanya kerugian saja, hasil bagan tidak ada,” keluh Yudi.

Tokoh agama, Ruston mengatakan keberadaan trawl ini diperkirakan sejak 20 tahun lalu dan jumlahnya mencapai 80-an unit kapal trawl. (raw)

Related posts