2 Bulan Pemuda Desa Gadung Mampu Produksi 5 Buah Gitar

  • Whatsapp
Dody dan Yoga menunjukan gitar buatannya

 

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Kreatifitas pemuda Desa Gadung ini patut diacungi jempol. Para pemuda ini membentuk komunitas ekonomi kreatif dan telah berhasil memproduksi gitar buatan sendiri. Bahkan dalam dua bulan terakhir komunitas yang digawangi Dody Rapanda dan Yoga Fakhrullah ini telah berhasil memproduksi sebanyak 5 unit gitar.

Read More

 

Menurut Dody, komunitas ini terbentuk diawal dari hobi hingga terbersit ide untuk membuat gitar sendiri. “Alhamdulillah sudah 5 gitar yang kita produksi, dan 2 buah sudah laku terjual harganya kisaran Rp 450 ribu – 650 ribu, bahannya kita buat dari kayu meranti, bisa juga pesan sesuai desain,” jelas Dody, Kamis (24/12/2020).

 

Meski begitu, Dody mengatakan dirinya kadang kala menemui hambatan dalam memproduksi gitar yakni bahan baku dan alat. “Kita juga butuh bimbingan pemerintah atau semacam bapak angkat untuk mensuport kegiatan kita ini agar mampu memproduksi dalam jumlah besar serta laku di pasaran,” ungkapnya.

 

Anggota BPD Desa Gadung Tubagus Iqrodi mengapresiasi kegiatan ekonomi kreatif yang dilakukan Dody dan Yoga. Ia berharap pemerintah desa maupun kecamatan dan kabupaten bisa melirik dan mengembangkan potensi pemuda pemudi Desa Gadung ini.

 

Sementara itu, pemuda desa Gadung, Falih Nasrullah menjelaskan ekonomi kreatif hadir oleh tuntutan untuk

mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan, atau ekonomi kreatif semakin menguat seiring dengan semakin kompleksnya perubahan lingkungan bisnis.

 

Menurutnya, dengan besarnya ekspektasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, kita dihadapkan pada tantangan untuk dapat menstimulasi terciptanya bentuk-bentuk kreatifitas yang memiliki nilai lebih tinggi, termasuk nilai ekonomi dan kontribusinya bagi perekonomian.

 

“Pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di desa Gadung dan kabupaten bangka selatan seharusnya mengarah pada 3 pilar upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, yaitu: Mencipatakan Lapangan Pekerjaan (Pro Job), Menanggulangi dan mengurangi kemiskinan (Pro poor), dan Mendorong Pertumbuhan (Pro Growth). Terbentuknya tiga pilar tersebut oleh karena adanya potensi sumber daya manusia (SDM), potensi sumber daya alam (SDA), dan sektor usaha yang ada,” ungkapnya.

Related posts