165 Guru Dilatih Sagu Sabu

  • Whatsapp

Ditarget, Babel Terbitkan Seribu Buku

PANGKALPINANG – Sedikitnya 165 guru dari Kota Pangkalpinang dan kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti pelatihan menulis Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) angkatan ke-3 di ruang OR Kantor Walikota Pangkalpinang, Sabtu dan Minggu (2-3/2/2019).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Media Guru yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang. Acara dihadiri Kepala Disdikbud (Kadisdikbud) Pangkalpinang sekaligus Tokoh Penggerak Nasional Literasi, Dr. Hj. Eti Fahriaty, S.Pd.I., M.Pd sebagai Keynote Speaker.
Selain itu, ada dua narasumber yaitu Istiqomah, M.Pd Widyaiswara P4TK PKn dan IPS sekaligus sebagai editor senior media guru, serta Pipit Pudji Astutik, M.Pd., M.M, Instruktur Nasional Sagu Sabu.
Dalam acara yang dibuka Walikota Pangkalpinang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Rika Komarina,S.IP, M.Si itu, Kadisdikbud Pangkalpinang mengatakan pelatihan ini tak lain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam berliterasi, khususnya menulis.
“Dengan kegiatan ini saya berharap guru di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang banyak melahirkan para penulis hebat dan mampu berkarya,” ujarnya.
Eti menjelaskan, peserta dalam pelatihan ini, juga dibekali tips dan trik dalam menulis sehingga mampu melahirkan sebuah karya. Peserta juga diberikan motivasi dalam menuangkan ide-ide kreatif yang dimiliki dengan harapan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Babel Bumi Serumpun Sebalai.
“Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan menulis dari narasumber. dengan mengusung jargon “Ini Bukuku, Mana Bukumu”, peserta juga dibekali dengan materi penulisan sekaligus diasah skill menulis buku dengan praktek langsung. Peserta juga ditargetkan untuk dapat melahirkan buku dalam waktu satu bulan,” katanya.
Untuk itu dia menargetkan, terbitnya 1.000 buku di Provinsi Laskar Pelangi ini dapat segera diwujudkan.
“Dengan berbagai suguhan menarik dari narasumber dalam menuangkan tinta-tinta menjadi tulisan, peserta diharapkan mampu menulis dan menjadikannya sebagai kebutuhan sekaligus sesuatu yang menyenangkan,” pungkasnya. (bis/1)

Related posts