1539 Hektar Lahan Baru Ditanam Padi

No comment 337 views

 

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan bekerja sama dengan TNI AD dan Pemdes se- Bangka Selatan saat melakukan penanaman padi perdana seluas 1.539 hektar di sawah Desa Gudang. (foto: raw)

*Irigasi Masih Jadi Kendala

TOBOALI – Sejak Awal September lalu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan bekerja sama dengan TNI AD dan Pemdes se- Bangka Selatan telah melakukan penanaman padi perdana seluas 1.539 hektar.  Penanaman padi baru ini, merupakan salah satu upaya DP3 Basel untuk mewujudkan swasembada beras di Bangka Selatan dan Provinsi Bangka Belitung.

Demikian dikatakan Kepala Dinas DP3 Basel drh Suhadi melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Patoni kepada wartawan Senin (8/10/2017).  Menurutnya, penanaman padi baru dilakukan di lima kecamatan, yakni Toboali terdiri dari Desa Gadung 135 hektar, Kepoh 87 hektar, Bikang 240 hektar, Serdang 200 hektar. Kecamatan Lepar Pongok Desa Tanjung Labu 60 hektar. Kecamatan Simpang Rimba Desa Gudang 160 hektar. Kecamatan Payung Desa Malik 57 hektar, Payung 50 hektar, Pangkalbuluh 20 hektar, Ranggung 50 hektar.

Sementara di Kecamatan Pulau Besar terdapat di Desa Batu Betumpang 350 hektar, Sumber Jaya Permai 60 hektar dan Panca Tunggal 70 hektar. “Jadi, total 5 kecamatan yang kita lakukan penanaman perdana padi ada 1.539 hektar, yang ditanam sejak September 2017 lalu hingga saat ini,” ujar Patoni.

Ditanya tentang irigasi sawah baru, Patoni menyebutkan, rata-rata irigasi sawah belum sempurna dan bisa dikatakan saat ini masih irigas tadah hujan. Untuk itu, pihaknya mengharapkan dukung Kementrian PU RI serta Dinas PU Provinsi Babel untuk dapat membantu membangunkan irigasi yang sempurna bagi persawahan baru ini.

Ia memperkirakan penanaman padi baru ini, akan panen pada Januari 2018 mendatang. “Kalau sekarang rata-rata produktivitas baru mencapai 3,15 ton/hektar, kita harapkan jika irigasi sawah sudah sempurna maka produktivitas hasil panen bisa meningkat dan mencapai 6 ton per hektarnya,” pungkas Patoni.

Sebelumnya, Pada bulan April 2017 lalu, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian telah menunjuk Kabupaten Basel sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Provinsi Babel, karena 58,37 persen dari lahan seluas 22.7662,1 ha berada di Kabupaten Basel.

Luas lahan persawahan hitungan kasar di Basel 13.289 hektar dengan satu kali tanam, dengan produksi padi sebesar 39,867 ton gabah dan menghasilkan beras sebanyak 24.717 ton beras.

Diketahui, prokusi padi di Provinsi Babel hingga saat ini, baru dapat memenuhi sekitar 14 persen dari total kebutuhan.  Untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Babel, perlu sinergi dan kerja keras dari berbagai pihak diantaranya dinas pertanian,TNI, perguruan tinggi dan tentunya para petani.

“Produktivitas padi sawah di Provinsi Babel masih tergolong rendah 3,03 ton/HA dibadingkan produktivitas nasional yang telah mencapai 5,34 ton/HA. Hasil kajian menunjukan bahwa dengan penerapan inovasi teknologi, produktivias padi sawah di Provinsi Babel dapat mencapai 7-8 ton/HA. Saya yakin dengan semangat Bumi Serumpun Sebalai, upaya pencapaian LTT dan jagung di Propinsi ini dapat tercapai,” kata Haris Syahbuddin Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kementrian Pertanian. (raw/3)

No Response

Leave a reply "1539 Hektar Lahan Baru Ditanam Padi"