14 Anggota DPRD Lahat Kunker ke DPRD Pangkalpinang

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Sebanyak 14 orang Anggota DPRD Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (19/1/2017), mendatangi DPRD Kota Pangkalpinang. Kedatangan Komisi 1 DPRD Lahat tersebut dalam rangka menyerap ‘ilmu’ yang dimiliki Pemkot dan DPRD Kota Pangkalpinang.

Sayangnya, dalam kedatangan legislatif tersebut hanya diterima Ketua Komisi 1 DPRD Pangkalpinang, Muhammad Rusdi. Sementara Anggota DPRD yang lain masih dalam perjalanan pulang setelah beberapa sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke luar kota.

Ketua Komisi 1 DPRD Lahat, Chozali Hanan mengatakan kedatangan mereka ke Pangkalpinang dalam rangka memenuhi tugas kunjungan kerja (kunker). Katanya, ada beberapa poin penting yang ingin diketahui di Pangkalpinang khususnya soal hubungan kerja pemda dengan legislatif, persoalan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta kemitraan DPRD dengan pihak terkait.

“Kita sudah bertemu dengan Ketua Komisi 1 DPRD Pangkalpinang. Kita sharing pendapat sekaligus perbandingan. Bagaimana kondisi di DPRD kita dengan DPRD Pangkalpinang,”kata Chozali usai pertemuan.

Menurutnya, banyak hal yang dapat mereka pelajari dari kunjangan tersebut. Diakui Chozali, pihak mendapatkan wawasan bagaimana menangani masalah yang ada di Pemerintahan Kabupaten Lahat.
Dia mencontohkan di DPRD Lahat tidak ada tenaga ahli, baik tenaga Ahli Sekretriat DPRD maupun tenaga ahli fraksi.

“Kami Lahat belum menarapkan tenaga ahli. Sementara disini (Pangkalpinang) ada tenaga ahli fraksi dan DPRD. Perbandingan dari sini akan kita sampaikan ke Pemkab Lahat biar merekrut tenaga ahli,” kata Chozali.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Pangkalpinang, Muhammad Rusdi mengucapkan terima kasih kepada DPRD Lahat atas kedatangannya. Dia mengaku menyambut kedatangan para rekan Legislatif Lahat ini merupakan hal yang patut dibanggakan. Karena menurutnya, DPRD Pangkalpinang menjadi lokasi kunker untuk Anggota DPRD Lahat menyerap ilmu dan wawasan.

“Terima kasih atas kunjungan mereka. Mereka kesini belajar banyak hal. Salah satunya belajar kepada kita peningkatan PAD Pangkalpinang. Dibanding mereka PAD kita meningkat padahal jumlah penduduk dan luas wilayah kita lebih kecil. Apalagi Kita dalam efiesensi anggaran,”ujarnya. (bum/10)

Related posts